spot_img
Sabtu 29 November 2025
spot_img

Pemkot Bandung Rekrut 1.597 Petugas RW, Revolusi Pemilahan Sampah Dimulai dari Akar Rumput

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Upaya memperbaiki persoalan sampah Kota Bandung memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan skema besar yang menempatkan pengelolaan sampah langsung di tangan petugas tingkat RW, menyusul rencana pengadaan 1.597 petugas pemilah sampah yang akan bekerja sejak sampah diambil dari rumah warga hingga masuk ke proses pengolahan.

Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk menutup celah terbesar dalam manajemen sampah: rendahnya pemilahan di sumber. Selama ini, tumpukan sampah yang tercampur membuat proses pengolahan di hilir tidak efektif dan justru menambah beban biaya.

Baca Juga: 40 Persen Remaja Putri Bandung Alami Anemia, Pemkot Gencarkan Program TTD Gratis

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menegaskan bahwa metode berbasis kesadaran masyarakat saja tidak cukup untuk menghadapi volume sampah kota besar.

“Selama ini pemilahan sangat bergantung pada kesukarelaan warga. Itu baik, tapi tidak bisa diandalkan untuk jangka panjang. Kita membutuhkan tenaga khusus yang bekerja sejak sampah dihasilkan, sehingga rantai pemilahan tidak terputus,” kata Darto, Sabtu (29/11/2025).

Petugas Sampah RW: Fondasi Baru Pengelolaan Lingkungan

Dari skema awal yang tengah disusun, petugas pemilah ini akan ditempatkan di setiap RW dan fokus pada pemilahan sampah organik. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam memastikan sampah tidak bercampur sejak dari sumber, sehingga mengurangi beban pemilahan ulang di TPS maupun tempat pengolahan.

“Totalnya 1.597 petugas. Mereka akan bertugas dari tahap pengumpulan hingga pengolahan. Pemerintah yang akan membayar mereka,” kata Darto.

Mekanisme Rekrutmen Masih Dimatangkan

Meski sudah menjadi prioritas, proses rekrutmen belum dimulai. Pemerintah Kota Bandung masih merumuskan pola teknis, termasuk skema pendanaan, standar kompetensi petugas, hingga apakah perekrutan dilakukan langsung di tingkat kota atau didelegasikan kepada kewilayahan.

“Semua masih dibahas, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga sumber pembiayaannya. Termasuk apakah perekrutan dilakukan oleh kota atau wilayah,” jelas Darto.

Rencana ini diharapkan mampu mempercepat transformasi sistem persampahan Bandung yang selama bertahun-tahun terhambat persoalan sampah tercampur dan kurangnya keterlibatan struktur lingkungan formal.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru