CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah guru sekolah dasar di Kecamatan Cidolog antusias mengikuti kegiatan diseminasi pendampingan digitalisasi pembelajaran yang digelar KKG SD Kecamatan Cidolog, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan bantuan pemerintah berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang baru-baru ini didistribusikan ke berbagai satuan pendidikan.
Diseminasi yang berlangsung di SDN 2 Cidolog tersebut mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Termasuk Kepala SDN 2 Cidolog yang juga Ketua PGRI Kecamatan Cidolog, Irwan, S.Pd., M.Pd. Ia mengapresiasi penuh kegiatan ini, mengingat masih banyak guru yang belum memahami cara mengoperasikan perangkat digital tersebut.
Baca Juga: Kasus DBD di Ciamis Menurun, Warga Harus Tetap Jaga PHBS
“Beberapa guru memang masih kebingungan menggunakan Papan Interaktif Digital ini. Harapannya setelah mengikuti diseminasi, mereka dapat menerapkannya di sekolah masing-masing,” ujar Irwan.
Ketua KKG SD Kecamatan Cidolog, Dede Dadan Haerumansyah, S.Pd., menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya diikuti para narasumber selama empat hari (15–18 November 2025) di Kabupaten Ciamis. Ia menambahkan bahwa kehadiran IFP di ruang kelas telah terbukti mampu mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Namun, menurut Dede, keberhasilan pemanfaatan teknologi tersebut sangat bergantung pada kompetensi guru. Kemudian dukungan terhadap dukungan ekosistem, seperti pelatihan, infrastruktur, dan ketersediaan konten digital.
“Tanpa dukungan komprehensif, teknologi ini hanya akan menjadi simbol modernisasi. Padahal, tujuannya adalah pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Ragam Aplikasi Web Untuk Mendukung Pembelajaran
Di kesempatan lain, Yuda Zulsandi Indrawan, S.Pd., selaku narasumber, memaparkan bahwa terdapat lima materi utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Salah satu materi yang paling banyak mendapat respons positif adalah “Inspirasi Penggunaan Bahan Ajar Interaktif untuk Digitalisasi Pembelajaran”, yang mengulas ragam aplikasi web pendukung pembelajaran.
Di antaranya adalah pembuatan game edukasi atau kuis interaktif menggunakan Canva, Wordwall, Wayground, dan Nearpod. Yuda menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memperjuangkan pemerataan akses pendidikan.
“Pendampingan ini memastikan perkembangan teknologi bisa dirasakan bukan hanya oleh sekolah di kota besar, tetapi juga oleh sekolah di daerah. Harapannya perangkat digital yang disalurkan dapat tepat guna dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dasar,” jelasnya.
(Eko)


