BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat (Jabar) resmi dilantik dan dikukuhkan di kantor DPD Partai Golkar Jabar, Kota Bandung, Sabtu (29/11/2025) malam.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia, Mohamad Idris Laena, Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, Ace Hasan Syadzily dan MQ Iswara.
BACA JUGA:
Flashback Perjalanan Tim Penjaringan Calon Bupati Garut Partai Golkar
Mohamad Idris Laena mengatakan, Satkar Ulama Indonesia didirikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto. Kala itu, Dia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.
“Satkar Ulama Indonesia merupakan organisasi yang sudah cukup tua. Yakni berdiri tahun 1970,” kata Idris Laena.
Idris Laena berharap, Satkar Ulama Indonesia Jabar dapat memberikan dorongan signifikan bagi Partai Golkar.
“Ketua DPD (Ace Hasan Syadzily) mengatakan, salah satu kekuatan Partai Golkar adalah dari para ulama. Kami berharap, Partai Golkar Jabar bisa semakin maju,” imbuhnya.
Ketua DPD Golkar Jabar, Ace Hasan Syadzily menyambut baik kehadiran pengurus Satkar Ulama Indonesia.
BACA JUGA: Senam dan Jalan Sehat HUT ke-60 Partai Golkar Diikuti 30 Ribu Peserta
“Pengurus Satkar Ulama Indonesia yang baru akan menjadi energi positif. Mereka akan terus melakukan penggalangan kekuatan dari para ulama, santri dan pesantren,” ungkap Ace.
Pihaknya berharap, Satkar Ulama dapat menjadi instrumen untuk membangun kesadaran spiritualitas yang tinggi di Jabar berdasarkan nilai-nilai keulamaan dan keislaman.
Ace melihat, ulama-ulama muda yang tergabung dalam organisasi Satkar sebagai spirit dan kekuatan elektoral bagi Partai Golkar di Jabar.
“Masyarakat Jawa Barat agamis. Di sini banyak pesantren, kiai, ulama dan ustadz yang bisa digalang untuk kemenangan Partai Golkar,” jelasnya.
Ace Hasan berkomitmen mendorong implementasi penuh UU Pesantren.
“Sebagai kekuatan politik, Partai Golkar akan selalu mendorong UU Pesantren. Kita ddorong Pemda untuk mengalokasikan dukungan anggaran bagi pesantren dan peningkatan kualitas madrasah diniyah,” katanya.
BACA JUGA:
Partai Golkar Pangandaran Tidak Ingin Menyiakan Momen Transisi Kekuasaan
Menurut Ace, pihaknya telah menginstruksikan pimpinan DPRD dari Partai Golkar untuk memperjuangkan keberpihakan yang konkret terhadap pesantren. Baik dalam sektor pendidikan juga pemberdayaan ekonomi pesantren.
“Saya sudah beberapa kali menyampaikan kepada pimpinan DPRD dari Partai Golkar untuk berpihak kepada pesantren melalui dukungan anggaran dan program yang konkret. Termasuk soal pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren,” pungkasnya.
(Alpin Septian)


