GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut menerima kunjungan kerja dan monitoring dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kunjungan tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (29/8/2025) kemarin.
BACA JUGA:
Tani Merdeka Indonesia Jabar Siap Sukseskan Rapimnas 1
Tim dari pemerintah pusat menanyakan aspek Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Garut dan meneliti lokasi yang telah disiapkan untuk pembangunan dapur SPPG.
Pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Khususnya, anak-anak usia sekolah.
Tim menyatakan, keberadaan dapur SPPG akan sangat mendukung suksesnya program MBG di Kabupaten Garut. Sehingga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
Sekda Garut berharap, kunjungan ini dapat memverifikasi kelayakan lokasi yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut untuk dijadikan dapur SPPG.
BACA JUGA:
Prabowo Subianto: MBG Sudah Menjangkau 20 Juta Orang
”Mudah-mudahan semua yang diusulkan kita untuk menjadikan dapur SPPG bisa terseleksi dan bisa memenuhi kriteria dengan syarat memenuhi. Sehingga akan memberikan hasanah dharma bakti Kabupaten Garut kepada masyarakat Garut serta masyarakat Indonesia umumnya,” kata Nurdin.
Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha memimpin optimalisasi pelaksanaan Pemantauan dan Pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Jawa Barat, bertempat di Mercure Hotel Garut, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Rabu (27/8/2025).
Tujuan kegiatan tersebut untuk memastikan program pemerintah dapat memberikan asupan gizi yang optimal bagi anak-anak Indonesia.
Dadang Hendrayudha mengatakan, program MBG merupakan prioritas pemerintah untuk memastikan anak sekolah tumbuh sehat, kuat dan pintar.
Dia menekankan pentingnya komposisi makanan yang terukur. Termasuk kecukupan karbohidrat, serat dan protein.
”Dan itu semua tanggung jawab kepala dapur pada wilayahnya masing-masing,” tegas Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).
(Bambang Fouristian)