spot_img
Jumat 29 Agustus 2025
spot_img

Bupati Garut Tinjau Kesiapsiagaan Personel dan Alat Damkar

GARUT,FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin meninjau kesiapsiagaan personel dan alat Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Kamis (28/8/2025).

Peninjauan tersebut melalui kegiatan Skill Competition Fire Fighter bertempat di Kantor Mako Disdamkar, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul.

BACA JUGA:‎

Haris Kalicman Nakhodai Partai NasDem Garut

‎Bupati Garut mengingatkan pentingnya evaluasi berkala terhadap kemampuan petugas Damkar dalam penanganan kebakaran.

bupati garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Selain silaturahmi, juga sarana untuk menguji keterampilan dan pengetahuan para personel di 10 lokasi pos dan UPTD.

‎”Perlu diketahui menurut laporan Pak Kadis, di sini alatnya terbatas. Ini terjadi karena pemerintah pusat melakukan efisiensi terhadap anggaran. Tapi ke depan secara bertahap kita akan memenuhi kekurangan itu,” ungkap Bupati Garut.

‎Syakur mengapresiasi anggota Damkar Garut yang mendapatkan respons positif dari masyarakat karena kesigapan dan ketulusan mereka dalam membantu kondisi darurat.

Dia berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas personel dan mempererat kerja sama tim dalam menghadapi tantangan di lapangan.

BACA JUGA:

Ingin Bugar dan Dapat Hadiah, Yuk Ikutan Jalan Sehat Sukaluyu

Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko menjelaskan, tujuan Skill Competition Fire Fighter untuk mengukur kecepatan tanggap personel dalam menghadapi kondisi darurat.

‎”Karena ini sengaja diukur berdasarkan kemampuan perorangan maupun tim yang terpenuhi berdasarkan evaluasi dalam bentuk pertandingan,” jelas Usep.

‎Ia juga menyoroti keterbatasan yang dihadapi. Baik dari segi alat maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

bupati garut fokusjabar.id
Usep Basuki Eko

Salah satu contohnya, alat Tripod Rescue untuk pertolongan di medan vertikal yang hanya tersedia satu unit.

Selain itu, jumlah personel Damkar Garut saat ini hanya 126 orang yang tersebar di 10 pos.

“Ini jauh dari kebutuhan ideal (571 orang),” tutup Usep Basuki Eko.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru