spot_img
Kamis 3 April 2025
spot_imgspot_img

Bandung Zoo Larang Pengunjung Botram dan Bawa Tikar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo mengeluarkan kebijakan baru. Yakni, malarang kegiatan makan bersama (botram) dan bawa tikar.

Padahal, botram merupakan kegiatan yang sudah menjadi budaya saat libur lebaran di Bandung Zoo.

BACA JUGA:

4 Wisata di Pangandaran yang Tak Terlalu Ramai Pengunjung

Tak hanya botram dan bawa tikar, pengunjung juga dilarang membawa makanan pada momen libur lebaran 1446 hijriah/2025.

General Manager Bandung Zoo, Peter Arbeny menyampaikan, aturan ini dilakukan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan oleh para pengunjung. Serta menjaga kebersihan dan kelestarian di area Kebun Bintang Bandung.

“Untuk sekarang kita tidak memperbolehkan untuk membawa makanan dan bawa tikar. Terus juga kita sebenarnya mengedukasi juga kepada masyarakat bahwa problem yang kita sekarang hadapi itu adalah masalah sampah. Kalau misalnya mereka botram dan sebagainya seperti itu sampah mereka mungkin kita perlu perhitungkan juga. Kadang-kadang buang sampah sembarangan,” kata Peter, Kamis (3/4/2025).

Selain itu, kebijakan tersebut dilakukan untuk memajukan UMKM yang memang berjualan di dalam kawasan Kebun Binatang. Terlebih, pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas tempat makan dengan harga terjangkau untuk pengunjung.

“Tidak membuat supaya mereka kesulitan cari makan di sini. Kita ada tempat-tempat makan yang memang kita siapkan, ada UMKM lalu ada Cafe Simba yang mereka bisa dengan mudah dan gampang, dengan harga terjangkau untuk mencari makan,” katanya.

BACA JUGA:

Duh! Tarif Parkir di Kawasan Wisata Kota Bandung Rp10 Ribu

Meski begitu, pihaknya juga mengaku bahwa kebijakan ini masih dalam tahap uji coba. Ia akan melihat sejauh mana efektivitas dari kebijakan ini. Jika memang betul kurangnya tempat atau fasilitas makan menjadi alasan pengunjung melakukan botram.

“Meskipun nanti kita ada beberapa hal yang memang kita harus lihat lagi, sejauh mana apa namanya lokasi-lokasi cari makan itu apakah mencukupi atau tidak, nanti kalau memang lokasinya memang kurang kita akan tambah kembali dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru