TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana arus mudik di Kota Tasikmalaya tercoreng oleh sejumlah permasalahan infrastruktur yang mengganggu kenyamanan dan keamanan para pemudik serta warga setempat. Banjir yang kerap melanda beberapa jalan protokol dan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi menjadi sorotan utama.
Kondisi ini tentu saja menimbulkan keresahan bagi para pengguna jalan yang melintas di Kota Tasikmalaya. Genangan air akibat banjir dan jalanan gelap gulita akibat PJU mati membuat perjalanan menjadi tidak aman dan nyaman, terutama di malam hari.
Menanggapi permasalahan krusial ini, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, bergerak cepat dengan menggelar Rapat Terbatas (Ratas) untuk merumuskan langkah-langkah strategis penanganan.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, BB1%MC Southern Chapter Kirim Bantuan Ke Korban Bencana Pergeseran Tanah Tasikmalaya
Ratas yang berlangsung di Posko Kolaborasi Mudik – Balik, Jalan Baru Purbaratu, pada Sabtu (29/03/2025), dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Tampak hadir Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, beserta para Kepala Dinas terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UMKM, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), hingga Camat Cipedes.
“Ini adalah masa mudik Lebaran, dan kita harus benar-benar mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran dan kenyamanan masyarakat serta para pemudik yang melintasi sejumlah jalan di wilayah Kota Tasikmalaya, terutama masalah banjir,” kata Viman Alfarizi kepada awak media usai rapat.
Viman mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tasikmalaya pada malam sebelumnya telah menyebabkan banjir dan genangan air di beberapa ruas jalan penting.
“Judul rapat kita adalah ‘Penanggulangan’, oleh karena itu, saya meminta dinas terkait untuk segera mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menangani masalah ini, khususnya banjir, agar masyarakat dapat merayakan Hari Lebaran dengan lebih tenang,” ujarnya.
Viman secara khusus meminta perhatian dari Dinas PUTR, LH, dan BPBD untuk fokus menangani titik-titik banjir yang menjadi langganan di Kota Tasikmalaya setiap kali hujan turun.
“Tolong dinas terkait segera lakukan pengecekan dan pemeriksaan pada titik-titik yang sering menjadi langganan banjir. Periksa kondisi drainasenya, apakah berfungsi normal, atau jika ada kerusakan, segera diperbaiki dan dibangun agar masalah banjir ini dapat segera diatasi,” katanya.
Wali Kota menekankan bahwa masalah banjir ini tidak boleh terus berulang dan harus ditangani secara tuntas agar tidak ada lagi genangan air di jalan-jalan.
“Saya melihat penyebab utama banjir ini adalah banyaknya tumpukan sampah di drainase yang menghambat aliran air. Akibatnya, saat hujan dengan intensitas tinggi, terjadilah banjir. Ini harus menjadi perhatian serius dan memerlukan pengawasan bersama,” kata dia.
Selain masalah banjir, Viman juga menyoroti kondisi PJU di Kota Tasikmalaya yang banyak tidak menyala atau tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, beberapa ruas jalan menjadi gelap gulita di malam hari.
“Saya melihat banyak ruas jalan di Kota Tasikmalaya yang tidak terpasang PJU atau PJU yang sudah terpasang namun tidak menyala, seperti di Jalan Baru ini. PJU sudah terpasang, tetapi tidak berfungsi, sehingga pengguna jalan merasa tidak aman dan nyaman saat melintas,” ungkapnya.
Viman meminta Dinas Perhubungan dan PUTR untuk segera bertindak agar PJU dapat segera berfungsi demi kenyamanan masyarakat. Ia menyadari adanya kendala teknis terkait serah terima aset ke Pemerintah Kota, namun ia menegaskan komitmen Pemkot untuk segera menyalakan PJU tersebut.
BACA JUGA: Tiga Hari Jelang Lebaran, Satgas Pangan Tasikmalaya Sidak Pasar dan Swalayan
“Terkait masih ada masalah teknis serah terima ke Kota yang belum selesai, itu adalah hal teknis. Yang jelas, komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya adalah PJU harus segera menyala. Solusinya, gunakan sistem token dulu selama satu bulan ini,” ujar dia
“Saya yakin PJU ini bisa menyala dengan menggunakan token, dan ini harus segera dilakukan sambil menunggu proses serah terima dari pusat ke Pemerintah Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
(Seda/Anthika Asmara)