spot_imgspot_img
Kamis 26 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wujudkan Lingkungan Bebas Perundungan, Sebanyak 75 Kepala Sekolah Deklarasi Bandung Zero Bullying

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 75 kepala sekolah dan 16 SMP di Kota Bandung mendeklarasikan ‘Bandung Menuju Zero Bullying‘ di Padepokan Mayang Sunda Jalan Peta Kota Bandung Jabar Selasa (30/7/2024). Selain deklarasi, diluncurkan juga program inovatif yaitu Jam Untuk Keluarga (Jamuga).

Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan perlindungan anak dan menciptakan lingkungan bebas bullying atau perundungan di Kota Bandung.

BACA JUGA:

Atasi Kemacetan, Pemkot Bandung Berencana Ubah Angkot Jadi Feeder BRT

Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, program Jamuga diluncurkan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas interaksi keluarga dan mencegah perundungan.

Bambang juga menekankan pentingnya kasih sayang dan komunikasi yang erat dalam keluarga sebagai benteng utama melawan perundungan.

“Dengan kesibukan kita saat ini dan ketergantungan pada gadget, komunikasi verbal maupun non-verbal dalam keluarga menjadi sangat penting. Program Jamuga mendorong setiap anggota keluarga untuk menghabiskan waktu bersama, membangun kasih sayang, dan memperkuat ketahanan keluarga,” kata Bambang.

BACA JUGA:

Proses Coklit Pilkada Kota Bandung Selesai, KPU Bakal Segera Gelar Rapat Plano DPS

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bandung untuk tidak hanya memaknai deklarasi ini sebagai seremonial semata, tetapi benar-benar merasakan dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Mari kita menjadi agen perubahan, memastikan tidak ada bullying di lingkungan sekolah dan rumah kita,” ucapnya.

Oleh karna itu, pihaknya menagku bakal terus mewujudkan Bandung Zero Bullying dikalangan anak. Bandung Jamuga jadi salah satu upaya dari sekian program yang disiapkan untuk menekan angka kasus tersebut.

“Kita semua berkewajiban bagaimana meminimalisir untuk terjadinya bullying. Khususnya di Kota Bandung. Dan saya yakin betul bahwa jamuga ini rasanya baru di Kota Bandung. Jadi bagaimana kita membangun intensitas untuk kita bisa berinteraksi dengan keluarga. Nol besar kita bisa melakukan banyak hal kalau misalkan ketahanan keluarga kita enggak bagus,”ungkapnya.

Pihaknya pun optimis, anak-anak yang hadir dalam acara ini dapat menjadi agen perubahan, tidak hanya di Kota Bandung, tetapi juga di Jawa Barat dan nasional.

“Bullying bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kita semua. Mari kita buktikan bahwa Bandung bisa menuju Zero Bullying,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.

Uum menyatakan, perundungan merupakan perilaku yang tidak baik dan tentu saja menimbulkan dampak yang tidak baik. Namun, tidak hanya bagi korban ternyata perundungan juga bisa berdampak bagi pelaku bahkan bagi yang menyaksikannya. Perundungan di sekolah sangat mempengaruhi kualitas hidup siswa, sehingga penanganannya menjadi prioritas.

“Kami di DP3A telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani bullying. Termasuk memberikan edukasi kepada guru dan peserta didik ataupun kepada masyarakat umum,” Jelasnya.

Uum menambahkan, Forum Anak Kota Bandung juga telah mendeklarasikan komitmen mereka secara virtual pada 23 Juli 2024 lalu. dan acara hari ini memperkuat komitmen tersebut dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Berikut adalah Isi Deklarasi Bandung Zero Bullying:

  1. Menghindari diri menjadi pelaku maupun korban bullying.
  2. Menjadi agen perubahan dalam mewujudkan zero bullying.
  3. Menolak dan melawan pelaku bullying, merangkul dan melindungi korban, serta mengumpulkan bukti dan melapor saat melihat atau mengalami bullying.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru