spot_img
Rabu 19 Juni 2024
spot_img
More

    APPSI Jabar Minta Pemkab Subang tidak Membuat Program “Piomongeun”

    SUBANG,FOKUSJabar.id: Pemkab Subang melalui BUMD PT Subang Sinergy  yang bekerja sama dengan PT Pesona Subang Gencar gelar sosialisasi rencana pembangunan Mall.

    Pro dan kontra pembangunan mall di Kota Nanas terus bergulir. Terutama dengan pedagang pasar, pertokoan dan kuliner yang merasa akan didzolimi Pemerintah Kabupaten Subang.

    BACA JUGA:

    DPW APPSI Jabar: Pemkab Subang Ngawur Usir Pedagang

    Pemkab Subang melalui Sekda, Asep Nurodin mengatakan, pembangunan mall selain untuk barometer kemajuan juga untuk mengefektifkan lahan tidur.

    “Pembangunan itu untuk kemajuan Subang yang belum memiliki mall, menambah PAD yang krisis fisikal dan untuk mengefektifkan lahan tidur,” ungkap Sekda.

    Pembangunan mall tersebut mendapat penolakan dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia ( APPSI) Kabupaten Subang dan APPSI Jawa Barat.

    Sekretaris DPW APPSI Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan menilai, rencana pembangunan mall Pesona Subang hanya menghabiskan energi Pemkab Subang dan kesalahan analisa kebijakan pembangunan.

    “Kami menilai Pemkab Subang dan BUMD hanya menghabiskan energi untuk sebuah pembangunan mall yang seharusnya menjadi ranah pihak swasta murni, bukan ranah pemerintah dan BUMD,” kata Yudi kepada FOKUSJabar, Senin (10/6/2024).

    “Rencana pembangunan mall tersebut menjadi polemik berkepanjangan. Pasalnya ada pihak yang dirugikan. Yaiitu, para pedagang yang akan terusir,” Dia menambahkan.

    Pihaknya mewakili pedagang meminta Pemkab Subang untuk mengevaluasi progam tersebut dan diserahkan kepada pihak swasta untuk membangun di lokasi yang tidak rawan konflik.

    BACA JUGA:

    Pedagang Pasar Pertokoan Subang Tolak Pembangunan Mall

    DPW APPSI Jabar menilai, kemajuan suatu daerah itu tidak hanya satu indikator variabel berdirinya mall atau gedung pencakar langit. tetapi peningkatan IPM, perbaikan gizi dan daya beli masyarakat.

    “Menilai kemajuan suatu daerah itu tidak dari pembangunan fisik saja. Artinya, pembangunan manusianya juga sangat perlu. Terutama meningkatkan pendapatan masyarakat dan IPM,” imbuhnya.

    “Kami minta jangan membuat progam ‘Piomongeun’ (konflik),” pungkas Yudi.

    (Bambang Fouristian)

    Berita Terbaru

    spot_img