spot_img
Sabtu 20 April 2024
spot_img
More

    Sidak Gudang Bulog, Pj Walikota Tasikmalaya Pastikan, Stok Beras Jelang Puasa Dan Lebaran Aman

    TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Pastikan stok dan distribusi pangan beras di wilayah Kota Tasikmalaya jelang bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melakukan sidak ke Gudang Bulog di kawasan Linggajaya Kec.Mangkubumi Kota Tasikmalaya Rabu (28/02/24).

    Sidak ke gudang Bulog tersebut, dipimpin langsung Pj Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah bersama Kadis Indag, Kepolisian, Kodim 0612/Tasikmalaya serta sejumlah Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

    Saat sampai di gudang bulog, Pj Walikota Tasikmalaya bersama rombongan diterima langsung Kepala Bulog Subdivre Priangan Timur Ashville Nusa Panata di ruang rapat gudang Bulog Linggajaya.

    Setelah berbincang-bincang, Pj Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah kemudian menuju ke salah satu gudang penyimpanan beras,. Kemudian mengecek karung-karung berisi beras di dalam gudang tersebut, yang di packing para pekerja Bulog.

    “Hari ini, kita turun langsung untuk mengecek ketersediaan beras di gudang bulog Tasikmalaya. Untuk menghadapi bulan Ramadhan mendatang, stok beras khususnya di Kota Tasikmalaya sejauh ini aman,”ungkap Cheka Virgowansyah kepada wartawan Rabu (28/02/24).

    Stok Beras Untuk Wilayah Tasikmalaya Aman

    Ia menjelaskan, yang pertama kali kita tanya dan cek yakni stok beras untuk wilayah Tasikmalaya. Setelah melihat dan mendengar persediaan aman.

    “Tadi Kepala Bulog menyampaikan stok untuk di Kota Tasikmalaya sebanyak 6.000 ton, ini persiapan untuk bantuan pangan murah. Juga program Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan (SPHP), jadi masyarakat tidak perlu kwartir, beras di Tasikmalaya aman dan tercukupi,”jelasnya.

    Cheka menuturkan, beras SPHP ini digulirkan melalui Perum Bulog. Dari beras cadangan pemerintah (CBP) untuk menstabilkan dan menekan kenaikan harga beras dipasaran.

    “Saat ini harga beras memang mengalami lonjakan harga, mencapai Rp.17.000,-/kg. Namun Pemkot Tasikmalaya melakukan upaya-upaya untuk menekan harga. Seperti menggelar pangan murah di sejumlah kecamatan dan kelurahan di wilayah Kota Tasikmalaya,”ujarnya.

    Selain itu tuturnya, program SPHP juga terus digulirkan Bulog ke sejumlah jalur baik itu di Pasar Tradisional juga diritel-titel modern.

    “Selain di pasar-pasar tradisional, beras SPHP ini pun dapat dibeli dengan harga murah di ritel modern. Seperti di Lottemart, Plaza Asia, Transmart, Yogya Depstore, termasuk di Tasco, dan untuk Alfamart dan Indomaret sedang di upayakan,”paparnya.

    “Beras SPHP dari Bulog ini kualitasnya cukup bagus, tidak kalah dengan kualitas premium, masyarakat dapat membeli dengan harga Rp.10.900,-/kg,”terang Cheka.

    Ia menambahkan, penyaluran beras SPHP ini harus sesuai dengan peruntukannya. Kemudian bila ada penyalahgunaan pendistribusiannya atau menimbun, laporkan, nanti Satgas Pangan yang akan menindaklanjuti.

    Kepala Bulog Priangan Timur Pastikan Stok Beras di Tasikmalaya Aman

    Sementara Kepala Bulog Subdivre Priangan Timur Ashville Nusa Panata memastikan, ketersediaan beras di wilayah Priangan Timur khususnya di Kota Tasikmalaya aman dan tercukupi.

    “Bulog Subdivre Priangan Timur, akan membantu Pemerintah di wilayah Priangan Timur. Untuk menyediakan ketersediaan beras di masyarakat, dan kita terus berkoordinasi dengan pemerintah di Priangan Timur. Tetunya demi memastikan stok dan pasokan beras tetap aman dan tercukupi,”ujar Ashville Nusa Panata kepada wartawan.

    Ia menjelaskan, stok beras di Bulog Subdivre Priangan Timur saat ini mencapi 6.000 ton, dan stok ini dinamis. Namun diupayakan stok bisa bertambah 10.000 ribu ton.

    “Untuk program beras SPHP, kita sudah mengalokasikan sekitar 150 ton untuk masing-masing Kota/Kabupaten di wilayah Priangan Timur,”paparnya.

    Ashville menyebutkan, terkait menghadapi bulan Ramadhan yang tinggal beberapa waktu lagi, akan melihat keadaan dan situasi.

    “Khususnya menghadapi bulan suci Ramadhan 1446 H, kita lihat keadaan dan tingkat konsumsi di masyarakat. Kalau memang membutuhkan lebih, tentu kita akan tambah, dari 150 ton per daerah, jika perlu lebih insyaallah pasti kita tambah,”pungkasnya.

    (Seda/Irfansyahriza)

    Berita Terbaru

    spot_img