spot_img
Senin 22 April 2024
spot_img
More

    Isu Hoaks Naik Jelang Pemilu, Menkominfo Imbau Anak Muda Bijak Memilih Informasi

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menyampaikan, penyebaran isu hoaks naik jelang pemilu 2024.

    Hal itu dikatakannya pada acara ‘Demi Indonesia Cerdas Memilih’ di di Hotel Savoy Homann Jalan Asia Afrika Kota Bandung Jabar Kamis (18/1/2024).

    BACA JUGA:

    Pasar Baru Bandung Terbakar, Pedagang dan Pengunjung Berhamburan

    “Persebaran isu hoaks di tahun 2018-2019 berjumlah 714. Ada penurunan di tahun-tahun berikutnya. Namun, menjelang pemilu 2024 isu hoaks kembali naik menjadi 204 sejak Januari 2023- Januari 2024,”kata Budi.

    Budi menyebutkan, kekacauan informasi merupakan tantangan di era digital. Sebanyak 62 persen pengguna internet pernah melihat kekacauan informasi di media sosial. 87 persen di antaranya percaya disinformasi mempengaruhi politik di negaranya.

    “Isu hoaks memang meningkat, tapi kami dari Kominfo langsung mengantisipasi dengan take down info-info yang tidak valid. Sampai sekarang kami masih tindak sesuai kewenangan, tapi kalau ada konsekuensi hukum, itu aparat hukum yang mengeksekusinya,”katanya.

    BACA JUGA:

    Dinas Pertanian Ungkap Penyaluran Subsidi di Kota Banjar Masih Rendah

    Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat terutama kaum muda agar bisa bijak dalam menyaring informasi dan memilih calon pemimpinnya. Sebab, 56 persen pemilih pemilu di Indonesia adalah anak muda.

    “Pemilu 2024 diharapkan bisa menghadirkan pemilu yang damai berkualitas, sehat, dan meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Kita harus optimis dengan keadaan.

    Saat ini suasana demokrasi kita menurut saya sudah lebih kondusif dibanding sebelumnya. Silakan memilih yang bijak, bijak dalam bersuara terutama jempolnya. Jempol harus dijaga di dunia maya, sehingga tidak menyebarkan hoaks sebelum membaca. Saring sebelum sharing,”ungkapnya.

    Sementara itu, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyatakan, kondusif bukan hanya mengacu pada ketertiban fisik, tapi juga ketentraman batin, kesejahteraan bersama, dan sikap saling menghormati.

    “Mari kita tinjau bersama tentang partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Kota Bandung mengalami peningkatan positif dalam tingkat kesadaran politik warga Bandung.

    Namun, tantangan yang harus dihadapi adalah meningkatnya partisipasi nyata dalam memberikan suara di hari pemilihan,”jelasnya.

    Mengenai santun dan toleransi, menurutnya, warga Kota Bandung telah menunjukkan sikap saling menghormati satu sama lain. Namun, dalam menghadapi perbedaan pendapat, masih ada ruang untuk meningkatkan dialog konstruktif dan pemahaman bersama.

    “Tertib merupakan fondasi keberhasilan. Oleh karena itu, semua pihak harus berkomitmen untuk mentaati peraturan dan norma-norma yang berlaku,”ujarnya.

    (Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img