spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dorong Pengembangan Wisata Edukasi saat Libur Nataru, Ledia: Bermanfaat bagi Anak-anak

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dalam mewujudkan wisata edukasi pada momentum liburan Natal dan Tahun baru (Nataru) perlu adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Demikian disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa, Senin (18/12/2023).

“Libur akhir tahun itu selalu berbarengan dengan libur sekolah karenanya memang semestinya bisa ada penerapan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di destinasi-destinasi wisata, tidak harus wisata-wisata rekreasi tapi bisa juga wisata edukasi,” ucap Ledia.

Ledia menjelaskan, seperti contoh di wilayah Jawa Barat terdapat banyak wisata edukasi. Seperti Museum Geologi di Bandung, Museum Zoologi di Bogor, Galeri Wayang di Purwakarta dan lainnya. Pemerintah harus dapat mengembangkan keberadaan wisata edukasi tersebut.

“Kalau mau di Jawa Barat itu ada banyak wisata edukasi yang bisa berkembang. Karena wisata edukasi kita kan pendekatannya sekalian rekreasi seperti museum-museum yang ada itu juga harusnya kompak. Antara Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif dengan Dirjen Kebudayaan di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek beserta dinas-dinas terkait di daerah,” tuturnya.

Ledia menambahkan, selain menjadi momen menyenangkan bagi anak-anak, liburan Nataru ini juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk mereka.

“Ini yang harus kita dorong supaya bisa berkembang sehingga wisata bukan hanya sekedar wisata libur healing. Tetapi bisa mendapatkan banyak wawasan, pengetahuan dan bermanfaat bagi anak-anak,” katanya.

Wisata Edukasi saat Libur Nataru Harus Perhatikan Protokol Kesehatan

Ledia mengingatkan, namun ada yang perlu menjadi perhatian, mengingat kasus Covid19 tengah mengalami trend meningkatan. Perlu perhatian terhadap penerapan protokol kesehatan pada momen libur Nataru.

“Kita perlu saling mengingatkan kalau kondisinya tidak sehat jangan mendatangi tempat ramai. Atau mereka juga harus menyiapkan katakanlah membawa masker sendiri, karena kan kita tidak boleh memberikan kemadhorotan kepada orang lain,” ungkapnya.

Lidia menekankan, penerapan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bukan hanya untuk para wisatawan. Namun juga kepada para pengelola wisata harus taat terhadap protokol kesehatan.

“Di tempat wisata sendiri harus tetap ada sosialisasi seperti cuci tangan, kalau bersin langsung tutup. Kemudian kalau lagi kurang sehat pakai masker. Itu harusnya sudah menjadi bagian yang bisa hidup di masyarakat jadi kesadaran kesehatan,” jelasnya.

Lidia menerangkan, para pengelola tempat wisata air untuk melakukan mitigasi. Mengingat saat ini tengah musim penghujan, juga pengelola wisata agar terus menyosialisasikan keselamatan dan protokol kesehatan.

“Ketika berwisata di musim hujan tentu harus cermat. Misalnya, wisata air, debit airnya terus kemudian curah hujannya itu juga harus menjadi pertimbangan. Atau wisata alam yang berkaitan dengan pegunungan dan lain sebagainya, semua harus ada antisipasinya,” ucapnya.

“Jadi sosisalisasi masif tetapsesuai SOP standar oleh pemerintah kota/kabupaten, pemerintah provinsi dan juga pengelola destinasi wisata. Pada momen pemantfaatan Wisata Edukasi saat Libur Nataru,” pungkasnya.

(Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru