spot_img
Rabu 17 Juli 2024
spot_img
More

    Stok Beras Aman, Pemprov Jabar Bakal Gelar Operasi Pasar

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar akan segera mengambil langkah operasi pasar untuk menstabilkan harga beras yang saat ini terus naik di pasaran. Terlebih stok beras di Jabar hingga saat masih aman. 

    Fenomena El Nino berdampak pada kekeringan di Jabar yang membuat adanya gagal panen di sebagian wilayah, yang juga akan berdampak pada harga beras.

    Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga besar pihaknya akan menggelar operasi pasar dan menggelar pasar murah.

    BACA JUGA: Pemprov Jabar Pastikan Susunan Nama Pj Bupati Wali Kota Sesuai SK Mendagri

    “Cadangan beras di Jabar masih aman, kami juga akan menggelar operasi pasar dan pasar pangan murah,” kata Bey usai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/9/2023).

    Tak hanya itu, pihaknya juga bakal menyerahkan bantuan pangan kepada 4,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Jabar.

    “Bantuan pangan yang sudah diperintahkan bapak presiden di jawa barat itu terdapat 4,1 juta KPM,” kata dia .

    Selain itu,  pihaknya juga telah menyalurkan 5,7 juta liter air ke 18 kabupaten/kota di Jabar yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang ini.

    “BPBD sudah menyalurkan 5,7 juta liter air sampai saat ini ke 18 kabupaten/kota. Jadi untuk kekurangan air dan sebagainya sudah dilakukan oleh BPBD untuk penyaluran air,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Bulog Kanwil Jabar Faisal mengatakan, stok cadangan beras di Jabar cukup besar yakni sekitar 133 ribu ton.

    “Sekarang stok kita itu ada 133 ribu artinya cukup besar dan kita terus top up nanti seiring dengan ada panen raya kalau memang harganya masuk untuk PSO kita masukin untuk cadangan beras pemerintah kalau tidak ya kita akan ambil melalui sisi lainnya, sisi bisnisnya,” kata dia.

    Faisal mengatakan, 133 ribu ton cadangan beras di Jabar ini cukup untuk empat bulan kedepan.

    “Cukup sampai 3-4 bulan dan ini terus kita top up akan masuk lagi nanti dari LN akan kita top up lagi kalau ada panen raya,” kata dia.

    Faisal mengakui, jika kemarau panjang ini sangat mempengaruhi penyerapan Bulog. Hal itu dibuktikan dengan produktivitas panen yang hanya bisa 3-4 ton per hektare.

    BACA JUGA: Stabilkan Harga Beras, Disdagin Kota Bandung Bakal Gelar Operasi Pasar

    “Yang pertama produksi, yang kedua harga kalau serapan di PSO tetep itu patokannya. Kalau produktivitas itu biasa rata-rata 6-7 sekarang itu bisa 3-4 ton per hektare,” katanya.

    Faisal pun optimistis, target serapan Jabar yakni 302 ribu ton di tahun ini bisa tercapai.

    “Serapan di Jawa Barat itu udah 204 ribu selama Januari sampai sekarang targetnya 302 ribu ton. Tetap harus optimis sambil melihat ini nanti kan ada bantuan, juga menurunkan beberapa KPM semua nanti akan mempengaruhi harga dan kita bisa masuk,” kata dia.

    Berita Terbaru

    spot_img