spot_imgspot_img
Sabtu 7 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tokoh Muhammadiyah Tanggapi Deretan Kasus Amoral di Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Terkait pembentukan moral karakter bangsa, Tokoh Muhammadiyah Kabupaten Ciamis Dr H Zulkarnaen menilai peran orangtua harus maksimal dan optimal. Mengingat mulai kurangnya muatan edukasi karakter bangsa pada generasi muda. Selain itu, kemajuan zaman dan tekhnologi menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga arah moral dan karakter bangsa.

Derasnya arus keterbukaan informasi digital menuntut peran orangtua yang optimal. Dr H Zulkarnaen mengatakan, dalam pembentukan karakter akhlak generasi muda cenderung dominan pada pola didik orangtua.

“Mengenai pembentukan karakter, orangtua lebih berperan dan memberi pengaruh yang lebih besar kepada anak. Jadi jangan hanya menyalahkan guru di Sekolah jika moral dan karakter anak menyimpang,” ungkapnya, Kamis, (6/7/2023).

Dalam kesibukan kerja orngtua harus dapat meluangkan waktu untuk anak dengan pola pendekatan edukatif. Jangan lakukan pola didik yang keliru yang sudah membudaya.

“Jangan lakukan kebiasaan pola didik yang keliru, seperti ketika anak jatuh membentur meja, mejanya yang disalahkan. Hanya untuk membuat anak diam dan berhenti menangis seringkali orangtua menerapkan metode yang keliru. Sehingga mental karakter anak dari kecil sudah salah, hal ini penting sebagai pondasi,” tegas Dr H Zulkarnaen.

Kasus Amoral Kabupaten Ciamis

Kabupaten Ciamis sendiri tengah mengalami deretan peristiwa penyimpangan moral dan akhlak yang cukup masif. Dari mulai seorang Ibu muda yang tega membuang anak yang baru dilahirkannya, kasus video asusila ASN, Pelecehan anak, Perjudian Sabung Ayam hingga perselingkuhan aparatur Desa yang mana merupakan tokoh-tokoh panutan di wilayah daerah Ciamis.

Bahkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sudah memecat sejumlah ASN yang melakukan pelanggaran dan penyimpangan moral. Hal tesebut disampakan Bupati saat menerima Demonstrasi mahasiswa di depan Pendopo Bupati Ciamis beberapa waktu lalu.

Menyikapi itu, Dr H Zulkarnaen yang juga merupakan Dosen Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis menuturkan, harus ada perhatian terhadap sistem pendidikan karakter se dini mungkin. Mulai dari peran orangtua sebagai pondasi utama. Penyimpangan yang terjadi saat ini merupakan kelemahan pondasi akhlak pada usia dini, maka pendidikan karakter sangat penting.

Dalam hal ini selain juga mengoptimalkan peran para ulama di wilayah, penekanan orangtua memiliki dominasi peran penting.

“Orangtua lebih dominan mempengaruhi arah pertumbuhan karakter anak. Sebagai pondasi moral untuk membentengi perkembangan pola fikir dari informasi-informasi yang dapat merusak,” jelasnya.

Dr H Zulkarnaen menambahkan, jangan jadikan beban pekerjaan mempengaruhi kualitas komunikasi dan interaksi dengan anak. Banyak kasus penyimpangan remaja yang terjadi oleh seorang anak Guru.

“Bahkan juga kenakalan-kenakalan yang terjadi dilakukan oleh anak Guru. Yang mana sebagai orangtua sekaligus Guru terlalu fokus mendidik anak orang lain dari pada anak sendiri. Itu merupakan sedikit cermin yang harus menjadi perhatian kita, sangat penting sebagai orangtua mengontrol interaksi dan komunikasi dengan anak,” pungkasnya.

(Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru