TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan umat muslim dan Ormas Islam Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz). Kepung Balekota Tasikmalaya di jalan Letnan Harun Nomor 1 Kota Tasikmalaya Rabu (18/01/23) sore tadi.
Aksi umat Islam Kepung Balekota Tasikmalaya tersebut untuk menyuarakan tentang Perda Tata Nilai Kota Tasikmalaya Nomor 7 tahun 2014. Menilai mandul dan semakin maraknya perilaku maksiat di Kota Tasikmalaya.
Tokoh sekaligus Ulama Besar Kota Tasikmalaya Ustadz Miftah Fauzi yang ikut dalam aksi. Ia mengatakan, meningkatnya kemaksiatan karena masyarakat tidak lagi memegang norma-norma agama sekaligus jauh dari ajaran agama. “Semua elemen masyarakat berkewajiban mencegah dan memerangi segala macam bentuk pelanggaran norma dan kemaksiatan di Kota santri Tasikmalaya,” ungkap Miftah Fauzi Rabu (18/01/23).
Baca Juga: Ferdy Sambo Hukuman Seumur Hidup
“kehidupan masyarakat Tasikmalaya seharusnya mencerminkan kehidupan yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma-norma agama, tentu ini sesuai dengan julukan Kota Santri,”jelasnya.
Pihaknya bersama seluruh Ormas Islam se-Kota Tasikmalaya pun mendesak serta menuntut Pemerintah Kota Tasikmalaya agar Perda Nomor 7 tahun 2014 Tentang Tata Nilai harus menerapkan dan mengimplementasikan secara utuh dalam kehidupan bermasyarakat.
“kita inginkan agar Pemkot Tasikmalaya segera menerapkan aturan-aturan dalam Perda Tata Nilai tersebut, dengan demikian perilaku kemaksiatan seperti perjudian, prostitusi, minuman keras , narkoba serta pelacuran di Kota Tasikmalaya bisa terbendung,” harap nya.
Harus bisa meminimalisir Potensi penyakit masyarakat dengan cara melalui peraturan daerah (Perda) yang menjadi lembaran negara” persoalannya, bagaimana komitmen dan optimisme semua pihak untuk melaksanakan Perda tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Resmikan Wajah Baru Wisata Situ Gede Tasikmalaya
“aksi ini sebagai bentuk sekaligus kepedulian umat Islam untuk memperbaiki kondisi Kota Tasikmalaya yang sudah kotor akibat ulah yang tidak bermoral, saya yakin masih banyak yang mau memperbaiki Kota Tasikmalaya, orang Tasik itu anti minuman keras, anti kemaksiatan, anti prostitusi anti perjudian, anti pelacuran sehingga mari bersama menjaga Tasikmalaya,” tandasnya.
(Seda/Erwin)



