spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    Pelaku Pembunuhan Berantai Warga Muslim di AS Ditangkap

    AMERIKA SERIKAT,FOKUSJabar.id: Polisi Amerika Serikat (AS) berhasil menangkap tersangka utama pembunuhan empat orang pria muslim di kota Albuquerque, negara bagian New Mexico, AS.

    Pelaku diketahui merupakan sopir dari satu kendaraan yang diduga berada di lokasi pembunuhan.

    Kepala Polisi Albuquerque Harold Medina mengatakan, satu orang telah ditahan dan menjadi tersangka utama pembunuhan tersebut.

    “Kami melacak kendaraan yang diyakini terlibat dalam pembunuhan baru-baru ini terhadap laki-laki muslim di Albuquerque,” kata Medina, Rabu (10/8/2022).

    BACA JUGA: Rumah Donald Trump Digerebek FBI, Ada Apa?

    Wali Kota setempat mengatakan, pria muslim keempat yang dibunuh, dikenang sebagai seorang pelayan publik yang brilian.

    Dia disebut memiliki komitmen bekerja memperbaiki kondisi dan inklusivitas bagi minoritas yang kurang beruntung

    Sebelumnya, Terdapat tiga pembunuhan sebelum pembunuhan laki-laki muslim keempat pekan lalu. Korban pertama adalah Muhammad Ahmadi dari Afghanistan yang dibunuh pada 7 November 2021.

    Korban kedua adalah Aftab Hussein dari Pakistan yang dibunuh pada 26 Juli dan korban ketiga juga dari Pakistan bernama Muhammad Afzaal Hussain yang dibunuh pada 1 Agustus. Identitas korban keempat belum dirilis.

    Pada November tahun lalu, Muhammad Ahmadi dari Afghanistan, dibunuh di luar tempat bisnisnya di Albuquerque.

    Ada dugaan pembunuhan dilandasi dengan kebencian rasial.

    Kabar kematian pria muslim keempat yang dibunuh di New Mexico itu telah menarik perhatian Presiden AS, Joe Biden. Dia mengungkapkan kesedihan sekaligus kemarahannya.

    “Saya marah dan sedih dengan pembunuhan mengerikan empat lelaki muslim di Albuquerque,” kata Biden.

    “Sementara kami menunggu penyelidikan penuh, doa saya bersama keluarga korban, dan pemerintahan saya mendukung komunitas muslim. Serangan kebencian ini tidak memiliki tempat di Amerika,” tambahnya.

    Bahkan, kelompok hak-hak sipil muslim terbesar di AS, The Council on American-Islamic Relations, sempat menawarkan hadiah 10 ribu dolar atau sekitar Rp150 juta kepada siapa saja yang memberikan informasi yang mengarah pada pembunuan atau penangkapan para pembunuh.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img