spot_img
Jumat 12 Agustus 2022
spot_img
More

    Wajah Baru Pemasaran UMKM di Kota Banjar

    BANJAR,FOKUSJabar.id: Setiap pedagang tentunya memiliki trik atau strategi pemasaran yang cukup menarik, tak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Banjar, Jawa Barat yang bergabung di Paguyuban Sampurna Retail Community (SRC). 

    Di wilayah timur Provinsi Jawa Barat belakangan ini hadir toko kelontong unik yang mencuri pandangan mata, dimana tempat perbelanjaan itu didominasi oleh warna putih yang mencolok serta garis merah dan abu. 

    Saat dikonfirmasi, Ketua umum Paguyuban SRC Banjar, Basir mengatakan ini adalah toko kelontong SRC atau Sampurna Retail Community. 

    BACA JUGA: Relokasi PKL Di Jalan Hamara Efendi Kota Banjar Tidak Disosialisasikan Ke Pedagang

    Toko yang digagas oleh PT SRC ini bertujuan menampung hasil produk para pelaku UMKM lokal dan menyeimbangkan daya saing penjualan dengan toko modern seperti Alfamart atau Indomart.

    Untuk wilayah Kota Banjar sendiri ada 100 SRC dari beberapa community seperti Paguyuban Banjar, Banjar Bangkit, Banjar Kota dan Banjar Jaya. Semuanya ada di semua Kecamatan wilayah ini. 

    Toko SRC ini merupakan binaan dari PT HMS yang bekerjasama dengan PT SRC dimana mereka menyediakan ruang untuk para pelaku usaha memasarkan hasil produksinya agar lebih tertata, rapi dan mampu menyaingi toko modern. 

    “Jadi toko ini tujuannya sebagai wadah untuk membangkitkan pelaku UMKM lokal sehingga bisa bersaing dengan toko modern,” katanya saat ditemui wartawan. Selasa (2/8/2022). 

    Basir mengatakan toko kelontong SRC ini meliputi atau menjual produk makanan olahan atau dagangan pelaku usaha khususnya yang ada di Kota Banjar, Jawa Barat. 

    “Kami juga memiliki produk khusus khas SRC yakni Air Mineral baik bolot atau pun gelas SRC, tisu, hand sanitizer dan sabun cuci tangan,” kata dia. 

    Ketua umum Paguyuban SRC Banjar sekaligus wakil Ketua Area paguyuban ASO Tasik ini berharap dengan wajah baru pemasaran pelaku usaha ini bisa membangkitkan para pelaku UMKM. 

    “Apalagi saat ini di masa pemulihan ekonomi kita harus bangkit dan mampu menyaingi toko-toko modern,” ujarnya. 

    Sementara itu Sekretaris Dinas KUKMP Kota Banjar Neneng Widiastuti mengatakan pihaknya telah mengetahui keberadaan Paguyuban SRC ini. 

    Mereka memang bukan binaan dari Dinas KUKMP Kota Banjar, namun inovasi mereka sangat luar biasa. Sehingga setelah kemarin mendapatkan laporan pihaknya pun langsung menyambangi nya. 

    “Kemarin kami pun sudah mengunjungi Paguyuban itu,” katanya. 

    Neneng mengatakan dalam toko kelontong SRC ini memang memperlihatkan suatu tempat perdagangan yang tidak kalah beda dengan tampilan toko modern. 

    Namun, ketika kemarin ditinjau, Toko Kelontong SRC ini ternyata masih banyak kekurangan. Mengenai hal itu DisKUKMP Kota Banjar tentunya akan hadir membantu. 

    “Disana kan masih ada produk UMKM yang belum memiliki kemasan legal seperti P-irt label halal dan yang lainnya, jadi kemarin pun komunikasi dengan kita mereka meminta agar bisa ikut dibina oleh Diskukmp,” katanya. 

    “Kita pun menyarankan mereka agar membuat NIB makanannya, mengikuti pelatihan agar mendapatkan pirt, halal kadaluarsa dan lain-lainnya,” kata dia menambahkan. 

    Mereka pun nantinya akan diikutsertakan ketika ada pameran atau kegiatan UMKM di Kota Banjar. “Jadi ketika mereka pun mengikuti arahan kami barang yang mereka jual itu tidak hanya laris melainkan memenuhi standar dan layak untuk di jual,” tuturnya. 

    BACA JUGA: Dibangun Mall dan Hotel, 50 PKL Jalan Hamara Effendi Kota Banjar Direlokasi

    Neneng berharap dengan adanya wajah baru toko kelontong SRC ini bisa membantu pemerintah menggerakan roda ekonomi khususnya para pelaku UMKM di Kota Banjar. 

    Kemudian pihaknya pun meminta kepada pihak SRC ini agar konsep seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produknya. 

    “Selain itu kami berharap SRC ini bisa membuka peluang bagi para pelajar kerja sehingga bisa mengurangi angka pengangguran, dan tentunya kita harus bersama-sama dalam mewujudkan itu semua,” pungkasnya. 

    (Budiana Martin) 

    Berita Terbaru

    spot_img
    spot_img