spot_img
Kamis 18 Agustus 2022
spot_img
More

    OJK Apresiasi Kantor Baru Mirae Asset Sekuritas, Bisa Tingkatkan Literasi Pasar Modal

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya terkait investasi di sektor Pasar Modal yang masih relatif rendah dibandingkan industri lain di sektor jasa keuangan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dan Manajemen Strategis OJK Jabar, Aulia Fadly saat menghadiri Peresmian Kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Cabang Dago, Bandung yang akan dikenal dengan nama Investor & Trader Community Center Mirae Asset Sekuritas Indonesia Cabang Dago, Bandung, Kamis (30/6/2022).

    Berdasarkan survei indeks literasi dan inklusi keuangan nasional tahun 2019, kata Aulia, indeks literasi Pasar Modal mencapai 4,92 persen. Sedangkan indeks inklusi keuangan tercatat 1,55 persen.

    “Dengan hadirnya kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia Cabang Dago, Bandung, ini diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan terutama untuk investasi di pasar modal yang masih jauh lebih rendah dari literasi maupun inklusi keuangan lain seperti perbankan. Jadi harus ditingkatkan,” kata Aulia saat ditemui di Kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Cabang Dago, Jalan Ir. H. Djuanda 38, Kota Bandung, Kamis (30/6/2022).

    fokusjabar.id OJK Mirae Asset Securitas
    Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis OJK, Aulia Fadly dalam Grand Launching Investor & Trader Community Center Dago. (FOTO: Istimewa)

    Kehadiran Investor & Trader Community Center Mirae Asset Sekuritas Indonesia ini, lanjut dia, diharapkan menjadi salah satu sarana yang efektif dalam memperkenalkan pasar modal. Terbuka untuk semua nasabah dan masyarakat, dapat menyediakan solusi dan layanan investasi yang komprehensif, serta membantu masyarakat dalam mewaspadai penawaran investasi ilegal.

    Konsep Investor & Trader Community Center yang diusung PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia merupakan gagasan luar biasa. Selain menjadi tempat untuk bertukar informasi terkait investasi pasar modal, juga terdapat berbagai macam fasilitas pendukung yang disiapkan khusus di Cabang Bandung. Mulai dari fasilitas pelayanan berbasis teknologi kepada nasabah seperti online trading platform berbasis web dan aplikasi di smartphone, bahkan fasilitas transaksi reksa dana melalui platform yang didesain menggunakan satu rekening dana nasabah (RDN) terintegrasi.

    “Konsep ini sebagai one stop solution bagi investor dan calon investor dalam merencanakan finansial mereka. OJK akan senantiasa menyambut dan mendukung upaya positif dalam peningkatan inklusi dan literasi keuangan dari setiap pelaku jasa keuangan,” Aulia menambahkan.

    Jumlah investor usia muda saat ini, mulai mendominasi Pasar Modal Indonesia. Berdasarkan data investor nasional sampai dengan Mei 2022, Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak
    8.789.401 SID atau tumbuh 18,51 persen dari tahun 2021. Sementara di Jawa Barat, tercatat sebanyak 1.936.177 SID atau 22,03 persen dari SID Nasional dan tumbuh 22,29 persen dari tahun 2021.

    Lalu berdasarkan demografi usia, investor dengan usia di bawah 30 tahun mulai mendominasi Pasar Modal yaitu sekitar 60,30 persen, disusul investor dengan rentang usia 31-40 tahun sebanyak 21,43 persen, dan usia diatas 41 tahun sebanyak 18,26 persen.

    “Sehingga, rasanya tidak berlebihan jika saya mengatakan jika investor muda menjadi harapan baru bagi industri Pasar Modal di masa yang akan datang. Dengan konsep kekinian, fleksibel, dan semakin berbasis digital yang ditawarkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, tentunya diharapkan dapat semakin menarik minat lebih banyak investor ke depannya, khususnya menarik minat masyarakat untuk berinvestasi jangka panjang termasuk menciptakan peluang karir bagi professional,” Aulia menuturkan.

    Keberadaan kantor seperti yang ditawarkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, diakui Aulia, mampu menangkal maraknya penawaran-penawaran investasi illegal dengan basis teknologi, robot trading, dan skema-skema investasi dengan janji-janji imbal hasil pasti tanpa risiko. Hal itu menjadi tantangan yang berkelanjutan bagi OJK yang juga merupakan anggota Satgas Waspada Investasi untuk semakin gencar dan aktif dalam mengedukasi masyarakat.

    “Berinvestasi itu adalah salah satu jalan untuk mempekerjakan asset kita, sebagaimana yang pernah disampaikan Ibu Sri Mulyani pada tahun 2016. Jika asset kita bisa produktif seperti di negara maju, maka rakyat Indonesia bisa menikmati kemakmuran sehingga kita harus berpikir ambisius dan detail agar seluruh asset kita bekerja maksimal,” kata dia.

    “Peresmian Kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Cabang Dago, Bandung, ini jadi momen bagi kita untuk terus semangat meningkatkan upaya dalam mengembangkan aktivitas industri Pasar Modal, khususnya di Jawa Barat. Semoga ini bisa diikuti daerah lain di Jabar dan kedepannya seluruh masyarakat dapat berminat dan bangga dalam berinvestasi di Pasar Modal,” Aulia menegaskan.

    BACA JUGA: Stunting Tinggi, Ini yang Dilakukan Camat Garut Kota

    fokusjabar.id OJK Mirae Asset Securitas
    CEO PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam Grand Launching Investor & Trader Community Center Dago. (FOTO: Istimewa)

    Sementara CEO Mirae Asset Sekuritas, Tae Yong Shim mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan kembali menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional karena kolaborasi antar elemen masyarakat untuk berinvestasi dan mendukung perekonomian. Secara historis, hampir setiap tahun pertumbuhan ekonomi Jabar lebih besar daripada angka nasional, seperti 3,74 persen pada 2021 yang di atas angka Indonesia 3,69 persen.

    “Karena itu, Office Education Dago Mirae Asset Sekuritas diresmikan sebagai Investor & Trader Community Center yang terbuka bagi kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama
    membangun perekonomian Jabar,” kata Mr. Shim.

    Komunitas yang sudah siap berkolaborasi di Investor & Trader Community Center Dago, lanjut dia, diantaranya komunitas pasar modal, komunitas bisnis (seperti Kadin, Hipmi, Japnas, dan Iwapi), sosial (seperti komunitas seni, lari, sepeda, dan otomotif), dan akademisi (mahasiswa dan pengajar kampus-kampus).

    Kolaborasi kedepan di Investor & Trader Community Center Dago dapat berupa acara mahasiswa dengan Kadin-Hipmi untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Contoh lain adalah acara Kadin-Hipmi dengan komunitas pasar modal agar lebih banyak perusahaan yang dapat menggelar penawaran umum perdana (IPO) dan lebih siap bersaing di tingkat global.

    “Mirae Asset Sekuritas dan Investor & Trader Community Center Dago juga selalu menguatkan edukasi investasi agar menjaga masyarakat dari bahaya laten investasi ilegal. Kehadiran kantor Dago ini pun diharapkan dapat menampung dan memfasilitasi potensi investasi yang besar dari masyarakat Jabar,” Mr. Shim menambahkan.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img
    spot_img