spot_img
Senin 28 November 2022
spot_img
More

    Gandeng GeKrafs, EKKIP LPPM UPI Rangsang Jiwa Kreatifitas Mahasiswa

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pusat Kajian Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata (EKKIP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPI mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan jiwa kreatifitas di era digitalisasi. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Gerakan Ekonomi Kreatif (GeKrafs) Jawa Barat dengan menggelar webinar kolaborasi, Kamis (27/2/2022).

    Webinar yang mengangkat tema ‘Ko-Kreasi dalam Menciptakan Talenta Kreatif di Era Digitalisasi’ ini menghadirkan setidaknya delapan orang pendiri beberapa startup yang tergabung dalam GeKrafs sebagai narasumber di Ruang Rapat LPPM UPI, kampus UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung. Selain itu, hadir pula para duta kampus di lokasi webinar serta kalangan mahasiswa dan masyarakat secara virtual melalui Zoom Meeting.

    Kedelapan nara sumber yang hadir yakni Laode Muhamad Faisal (PT Elmika Moda Mulia), Eyen Haryanto YH (Alhikmah Academy), Ahmad Syarif Hidayatullah (CyberLabs – PT Laskar Teknologi Mulia), dan Muhammad Azmi, S.Kom (CV Sriwijaya Mandiri). Lalu Andre Asman Igamo (PT Inn App Indonesia), Ira Karina, S.I.Kom (PT Jagad Kreatif Nusantara), Hardyansyah (PT Chlorine Digital Media), dan Aloysius Iwan Dewanto (PT Kenal Sapa Indonesia).

    Secara bergantian, kedelapan nara sumber tersebut berbagi cerita kreatif hingga mengajak peserta dan mahasiswa bersama-sama menghasilkan karya-karya kreatif. Tak hanya itu, kedelapan nara sumber pun membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreasi dan menghasilkan karya kreatif bersama di perusahaan start up yang mereka dirikan.

    BACA JUGA: Ridwan Kamil Jika Ditawari jadi Kepala IKN, Paguyuban Pasundan: Ambil!

    Kegiatan webinar kolaborasi dengan tema ‘Ko-Kreasi dalam Menciptakan Talenta Kreatif di Era Digitalisasi yang digelar EKKIP LPPM UPI dengan GeKrafs. (FOTO:Ageng)

    Kepala Pusat EKKIP LPPM UPI, Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. mengatakan, webinar yang digelar bertujuan untuk menyeleraskan sekaligus menyinergikan antara dunia akademisi serta industri kreatif. Khususnya yang tergabung di GeKrafs. 

    “Bagaimana pengembangan di dunia pendidikan ini bisa selaras dengan berbagai kegiatan ekonomi kreatif yang memang sedang digencarkan oleh pemerintah. Apa yang kita lakukan bersama dengan GeKrafs hari ini menjadi langkah awalnya,” kata Yuliawan saat ditemui usai acara, Kamis (27/1/2022).

    Melalui langkah awal yang dilakukan ini, pihaknya berharap civitas akademika UPI, khusuanya mahasiswa, bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ekonomi kreatif. Hasil pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama di bangku perkuliahan, bisa bersinergi sekaligus berkolaborasi dalam menciptakan kreasi-kreasi yang kreatif pasca proses pendidikan yang dijalani usai.

    “Untuk itulah kita hadirkan para duta kampus sehingga mereka bisa mendapatkan pencerahan-pencerahan dari nara sumber yang hadir hari ini yakni para kreator-kreator muda, sekaligus menularkannya kepada mahasiswa UPI lainnya. Jadi kita hanya menjembatani sehingga mahasiswa bisa lebih siap dan lebih kreatif saat terjun di dunia sebenarnya yakni di masyarakat,” kata Yuliawan.

    Kepala Pusat EKKIP LPPM UPI, Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. (batik merah) bersama Sekjen GeKrafs, Agung Fatwa (kemeja biru) berfoto dengan delapan orang pendiri perusahaan startup serta duta mahasiawa UPI. (FOTO: Ageng)

    Sekretaris Jenderal GeKrafs Jabar, Agung Fatwa menambahkan, kolaborasi yang dilakukan dengan UPI, khususnya dengan EKKIP LPPM, merupakan yang pertama. Sebagai wadah para penggerak ekonomi kreatif di Indonesia, GeKrafs akan senantiasa menularkan semangat-semangat kreatifitas kepada masyarakat, khususnya generasi milenial. 

    “Di era digitalisasi saat ini, kreatifitas menjadi salah satu hal yang diperlukan sehingga tidak tersisih. Kita dari BeKrafs sebagai lokomotif ekonomi kreatif senantiasa akan menularkan semangat kreatifitas ini melalui berbagai kolaborasi. Dengan EKKIP LPPM UPI menjadi awal bagi kolaborasi-kolaborasi selanjutnya dengan dunia pendidikan, apalagi akademisi ini menjadi unsur penting juga dari pentahelix,” kata Agung.

    Dihuni berbagai penggerak ekonomi kreatif, lanjut dia, GeKrafs pun siap mendorong para generasi milenial untuk lebih kreatif dalam melahirkan ide, gagasan, hingga kreasi-kreasi bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Tidak hanya sekadar memberikan motivasi, namun langkah nyata dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi generasi milenial untik terjun langsung di beberapa industri ekonomi kreatif yang tergabung di GeKrafs.

    “Di GeKrafs ini teegabung para penggerak ekonomi kreatif di 17 sub sektor. Jadi banyak pilihan bagi para mahasiswa sesuai dengan minat dan atau bakat yang mereka miliki. Harapannya, kita bisa mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki UPI dalam mendukung peningkatan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di wilayah Jabar,” kata Agung.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img