spot_img
Minggu 3 Juli 2022
spot_img
More

    Polres Tasikmalaya Hadirkan Badut Agar Anak Mau Divaksin

    TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Beragam ide kreatif yang dilakukan Polres Tasikmalaya untuk mendorong antusias anak mengikuti vaksinasi merdeka anak usia 6-11 tahun.

    Contohnya di Yayasan Al-Mushlihiyyah PAUD/RA, MTS, MA dan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Kampung Sukahurip Desa Serang Kecamatan Salawu, Jumat (14/1/2022). Satlantas Polres Tasikmalaya menggunakan badut sebagai maskot tertib berlalu lintas untuk menarik minat dan antusias anak agar mau di vaksin. Pelaksanaan vaksinasi di Yayasan Al-Mushlihiyyah PAUD/RA, MTS, MA dan Pondok Pesantren Al-Hidayah dengan target 200 anak/pelajar.

    “Kita gandeng dua badut ceria untuk menghibur sekaligus mengedukasi anak-anak agar semangat melaksanakan vaksinasi. Ini bagian dari cara kita menciptakan suasana bahagia terhadap anak-anak pelajar yang baru saja mengikuti vaksinasi,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono.

    BACA JUGA: Gencarkan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Pemkot Bandung Kejar PTM 100 Persen

    Selain dihibur badut, lanjut Rimsyahtono, anak-anak juga mendapatkan bingkisan dan kartu tanda sudah di vaksin. “Antusias anak-anak disini luar biasa termasuk juga para orang tuanya, semua menunjukkan apresiasi yang tinggi,” kata Rimsyahtono.

    Dia menambahkan, dalam kurun waktu dua pekan ini, vaksinasi merdeka anak 6-11 tahun ditargetkan selesai 100 persen atau sebanyak 173 ribu anak di Kabupaten Tasikmalaya.

    “Anak-anak yang divaksin ini semuanya atas dasar persetujuan orang tua yang dituangkan dalam surat pernyataan. Artinya tidak ada paksaan. Jika antusiasnya terbangun seperti saat ini, maka target 100 persen optimis tercapai pada Senin pekan depan,” dia menambahkan.

    Sementara untuk vaksinasi orang dewasa di Kabupaten Tasikmalaya, kata Rimsyahtono, hingga saat ini sudah mencapai angka lebih dari 77 persen.

    Kepala TK Yayasan Al-Mushlihiyyah, Epi Tria Muslihah menyebutkan, dalam program vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini tidak dilakukan secara paksa. Artinya, semua dilakukan atas dasar persetujuan orang tua anak di Yayasan Al-Mushlihiyyah.

    “Tidak ada paksaan. Disini ada 200 anak dan semua atas persetujuan orang tuanya. Hari ini pelaksanaan vaksinasi merdeka anak sangat ceria luar biasa dengan kehadiran badut apalagi anak-anak mendapat bingkisan,” kata Epi.

    (Farhan/Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img