spot_img
Kamis 13 Januari 2022
spot_img

Vaksinasi Booster Dilakukan Serentak di 80 Puskesmas Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Vaksinasi booster atau vaksin COVID-19 ketiga dilaksanakan serentak di 80 Puskesmas di Kota Bandung, Kamis (13/1/2022). Adapun total target sasaran yang dapat divaksin booster, yakni 294 ribu orang.

“Booster ini untuk memperkuat daya tahan tubuh dan diberikan bila dosis primer sudah lengkap,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara di Kota Bandung.

Sasaran vaksin booster adalah warga berusia di atas 18 tahun dan sudah lebih dari enam bulan setelah divaksin dosis kedua. Berikutnya warga memiliki tiket undangan vaksin booster yang dapat dicek pada aplikasi PeduliLindungi.

“Mengapa, karena vaksinasi booster ini diberikan secara bertahap seperti saat awal vaksinasi sesuai ketersediaan dan prioritas,” kata dia.

BACA JUGA: Vaksin Booster Lansia Dimulai Besok

Warga yang belum mendapatkan tiket, pihaknya meminta agar menunggu dan nanti akan mendapat giliran. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini memprioritaskan lansia dan kelompok masyarakat yang dianggap rentan.

“Kalau sudah memiliki tiket, tinggal mendaftarkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Harus mendaftar terlebih dahulu agar bisa disiapkan jenis dan jumlah vaksinnya,” kata Ahyani.

Warga yang sudah divaksin Sinovac dan mendapatkan vaksin booster, mereka akan mendapat vaksin Pfizer atau Astrazeneca, termasuk hanya mendapatkan setengah dosis.

“Setengah dosis dari yang dulu primer, jadi kalau Pfizer itu 0,3 cc, maka booster cukup 0,15 cc. Kalau Astrazeneca dulu diberikan 0,5 cc sekarang cukup 0,25 cc. Ini sudah sesuai dengan hasil penelitian uji klinisnya booster,” kata dia.

Hari ini, kata dia, Dinkes Kota Bandung akan melaksanakan vaksinasi massal booster di Pusdai Jawa Barat dan Yayasan Telkom. Total target sasaran warga yang dapat divaksin booster sebanyak 294.334 orang.

Pihaknya meminta agar masyarakat tidak memilih vaksin saat hendak divaksin booster karena semua vaksin sudah dilakukan uji klinis.

“Yang pasti 80 puskesmas plus tiga rumah sakit daerah dan klinik-klinik milik pemerintah lain seperti RSHS, Cicendo, Rotinsulu, Sartika Asih, Salamun dan semuanya itu pun sudah siap. Klinik swasta tinggal berkoordinasi dengan puskesmas itu,” kata Ahyani.

(Yusuf Mugni/LIN)

Artikel Lainnya

spot_img