spot_img
Minggu 16 Januari 2022
spot_img

Bernama IHU, Varian Baru Covid-19 Kembali Ditemukan!

PRANCIS,FOKUSJabar.id: Varian baru Covid-19 kembali muncul yakni IHU atau B.1640.2. Varian ini pertama kali ditemukan di Prancis

Diberi nama IHU karena sesuai dengan laporan peneliti di Prancis Selatan, Institut IHU Mediterranee Infection.

Dilaporkan setidaknya ada 12 kasus di Prancis. Semua kasus dikaitkan dengan perjalanan ke negara Afrika, Kamerun.

BACA JUGA: Omicron, Indonesia Tutup Pintu Masuk bagi Warga 14 Negara Ini

“Kami memang memiliki beberapa kasus varian baru ini di wilayah geografis Marseilles. Kami menamakannya ‘varian IHU’,” kata Philippe Colson, kepala dan profesor departemen yang menemukan varian tersebut, dikutip dari Business Insider, dikutip pekan ini.

Penelitian soal IHU dimuat di jurnal pracetak MedRxiv pada 29 Desember 2021. Namun, sebenarnya kasus IHU diidentifikasi sejak September 2021.

Dalam riset disebutkan bahwa varian ini mungkin memiliki 46 mutasi di dalamnya. Dua di antaranya N501Y dan E484K.

N501Y pertama kali terlihat pada varian Alpha dan diyakini para ahli dapat membuatnya lebih menular. Sementara E484K bisa berarti bahwa varian tersebut akan lebih resisten terhadap vaksin.

WHO memberi label “variant under monitoring” atau masih diselidiki. Lembaga PBB itu sudah mempelajarinya sejak September 2021.

Dengan masih dipantaunya varian ini oleh WHO, para peneliti mengatakan masih banyak hal perlu diketahui. Termasuk bagaimana varian ini berperilaku, sejauh mana infeksinya dan bagaimana perlindungan vaksin.

Meski begitu, epidemiologi global Eric Feigl-Ding meminta warga dunia tak terlalu resah. Varian baru Covid-19 ia yakini akan terus muncul namun tidak semua mematikan dan parah.

“Ada banyak varian baru yang ditemukan sepanjang waktu, tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya. Apa yang membuat varian lebih terkenal dan berbahaya adalah kemampuannya untuk berkembang biak karena jumlah mutasi yang terkait dengan virus asli,” katanya, seperti dilansir CNBC.

“Saya ragu itu (IHU) akan menang atas Omicron (yang kecepatannya 5-6 kali lebih cepat dari Delta) atau Delta (yang kecepatannya 2 kali lebih cepat dari aslinya).”

Di dalam negeri Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban juga meminta hal senada ke masyarakat. Ia menyebut memang ada dugaan IHU kebal vaksin tapi warga tak perlu khawatir karena belum ada indikasi karakteristik yang lebih kuat dari varian Omicron.

“Masih diselidiki oleh WHO, terlalu dini untuk mengkhwatirkan IHU,” cuitnya dalam Twitter.

(Agung)

Berita Terbaru

spot_img