spot_img
Sabtu 27 November 2021
spot_img
spot_img

206 SMK Negeri di Jawa Barat Bakal Terapkan Kurikulum Ekonomi Digital

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melakukan sosialisasi dan penyusunan kurikulum ekonomi digital untuk diterapkan di SMK Negeri.

Sebanyak 206 SMK Negeri di Jawa Barat melakukan sosialisasi dan penyusunan kurikulum ekonomi digital. Ini sebagai upaya dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi kemajuan teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, selain itu ada 406 Guru SMK di Jabar Diberikan Pelatihan Kurikulum Digital. Hal itu dikatakan saat peluncuran program pengembangan bisnis digital untuk SMK di kampus Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021).

“Jadi, kurikulum itu sudah dilakukan (sosialisasi) dari Juni sampai September ini dan Shopee juga sudah melakukan pelatihan dengan Bapak Ibu Gurunya sebanyak 406 orang, hari ini penandatanganan MOU untuk pelatihan terhadap siswanya,” kata Dedi.

BACA JUGA: Mata-matai Pengguna iPhone, Apple Gugat Perusahaan Israel

Disaat gurunya mendapatkan pelatihan, kata dia, dibuka link bagi siswa yang ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan kurikulum digital Shopee yang telah disusun.

“Dari target 20 ribu, sampai hari ini sudah 26 ribuan yang mendaftar. Diposisi yang lain kita dari Juni pun juga punya inovasi sekolah pencetak wirausaha,” katanya.

Dedi Supandi menilai, selama ini SMK selalu dikaitkan dengan Industri, sehingga lebih banyak mendidik menjadi karyawan.

“Makanya dari Juni, kita juga program sekolah pencetak wirausaha digital ujungnya sama untuk ekonomi digital juga,” kata dia.

Dedi Supandi memastikan, kerja sama ini akan terus diperbanyak untuk menyasar SMK swasta.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan jika Jawa Barat merupakan daerah paling siap menghadapi ekonomi digital.

“Komitmen kongkrit bahwa Jawa Barat paling siap dalam ekonomi digital. Jawa Barat itu tertinggi toko-tokonya yang gabung di online. Ada 2,8 juta,” kata dia.

Saat ini, kata dia, sudah ada 206 sekolah SMK Negeri di Jabar yang menggunakan kurikulum berbasis ekonomi digital. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi digital.

“206 sekolah SMK akan menggunakan kurikulum Shoppe supaya lulusannya bisa diserap langsung oleh e-commerce menandakan kami sudah bergeser kurikulumnya yang tadinya biasa menjadi sangat luar biasa, merespons 4.0,” katanya.

BACA JUGA: Jawa Barat Ditunjuk jadi Tuan Rumah Kongres Pemerintahan Daerah se-Asia Timur 2022

(Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img