spot_img
Kamis 21 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Bupati Ciamis Sebut Distribusi Vaksin Covid-19 Tidak Proporsional

CIAMIS,FOKUSJabar.idBupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya mengkritisi distribusi vaksin yang tidak proporsional.

Hal itu Dia sampaikan menyusul kembalinya Kabupaten Ciamis pada status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Herdiat menjelaskan, kembalinya ke level 3 bukan karena meningkatnya kasus Covid-19. Namun pada indikator Vaksinasi yang belum memenuhi persentase ketentuan PPKM level 2.

BACA JUGA: Di Kota Bandung Angka Kemiskinan Meningkat 3.000 KK

“Alhamdulilah kasus Covid-19 landai, ketersedian tempat isolasi juga sangat memadai. Dalam satu hari konfirmasi positif  diangka 4-5 pasien. Namun jumlah persentase Vaksinasi kita masih belum memenuhi untuk berada di level 2,” Kata Herdiat.

Herdiat menjelaskan, Pemkab Ciamis pun membayar vaksin dari APBD mencapai Rp160 milyar. Sangat disayangkan jumlah distribusinya tidak proporsional.

“Presentasi vaksinasi kita baru mencapai 26 persen. Distribusi vaksin pertama menerima 6.000 dosis. Kemudian terakhir kita menerima 50 ribu dosis disamakan dengan Banjar dan Pangandaran. Sedangkan jumlah warga kita lebih banyak,” jelasnya.

Herdiat menerangkan, untuk tim Vaksinator di Ciamis sudah sangat siap secara masif. Ditambah dengan bantuan tenaga relawan dari Perguruan tinggi dan organisasi-organidasi.

“Mohon maaf ini saya sampaikan bukan sebuah pembelaan diri. Namun inilah yang terjadi, masyarakat sangat antusias dengan vaksinasi,” tegas Herdiat.

Sementara itu Anggota DPR RI Asep A Maoshul Affandi menuturkan, distribusi vaksin datang tidak sesuai dengan data. bahkan, data BPS dan Kementerian Dalam Negeri juga lain datanya.

(Riza M Irfansyah/Bambang) 

Artikel Lainnya

spot_img