spot_img
Rabu 13 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Bertemu Apindo Jabar, Erick Thohir Titip Tiga Poin

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri BUMN RI, Erick Thohir meminta seluruh stake holder di dunia usaha harus siap dengan perubahan terutama dalam digitalisasi. Hal tersebut diungkapkan saat melakukan pertemuan informal dengan pengurus DPP Apinco Jabar di El Royale Hotel, Jalan Merdeka Kota Bandung, Sabtu (9/10/2021).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia harus dinikmati oleh rakyat Indonesia. Indonesia adalah market pasar yang sangat besar jadi sudah seharusnya kita bisa mengoptimalisasi potensi market lokal di Indonesia,” kata Erick Thohir.

Untuk itu, Erick meminta pengusaha untuk memerhatikan beberapa hal. Setidaknya ada tiga poin yang harus diperhatikan.

“Pertama, road map atau peta jalan. Ini perlu ada sebagai acuan orientasi, program dan parameter untuk kesepakatan proses pembangunan,” kata dia.

Poin kedua yang menjadi titik berat yakni partiality atau keberpihakan. Erick mengatakan, pemerintah sudah jelas menyatakan keberpihakan kepada rakyat. Untuk itu, rakyat dan sektor swasta pun diharapkan dapat berpihak kepada Pemerintah.

“Dengan kolaborasi yang erat, tujuan dapat lebih cepat kita capai,” Erick menambahkan.

Poin ketiga yakni movement atau gerakan. Salah satu hal yang paling mudah mendukung produk lokal yakni dengan cara membelinya, menggunakannya dan mendorong orang lain untuk juga menggunakannya.

“Itu adalah implementasi dari dukungan kita terhadap produk lokal Indonesia,” kata dia.

BACA JUGA: Berawal Coba-coba, Opik Sukses Budidaya Bibit Anggur

Bertemu Apindo Jabar, Erick Thohir Titip Tiga Poin 1
Menteri BUMN, Erick Thohir (kiri) didampingi Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik (kanan) saat melakukan pertemuan informal di El Royale Hotel, Jalan Merdeka Kota Bandung, Sabtu (9/10/2021).

Ketua DPP Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik mengatakan perubahan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan. Termasuk dalam dunia usaha.

What Bring Us Here, Won’t Bring Us There. Cara yang dulu membawa kita sampai ke titik ini, akan berbeda dengan cara yang harus kita pakai untuk membawa kita ke tujuan berikutnya,” kata Ning.

Intinya, lanjut dia, bagaimana kita menyadari, menyikapi dan menjadikan diri kita sebagai bagian dari perubahan yang pasti terjadi. Industri Kecil dan Menengah (IKM) dapat menjadi solusi dari bagaimana kita menyikapi perubahan.

“Kita pun memperkenalkan salah satu produk asli Jawa Barat berupa minuman sari buah pala. Dengan good manufacturing products concept, produk ini dapat menjadi salah satu produk unggulan dari Jawa Barat,” Ning menuturkan.

Mengusung konsep Jabar untuk Jabar, Jabar untuk Indonesia dan Jabar untuk Dunia, Ning mengatakan jika kolaborasi menjadi salah satu hal yang utama.

“Apindo Jabar akan berperan aktif dan berkolaborasi dengan BUMN,” kata dia.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img