spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

BPBD Ciamis Petakan Wilayah Rawan Bencana, Warga Diminta Waspada

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mulai memetakan beberapa daerah rawan bencana di wilayah Tatar Galuh. Pasalnya, pada bulan September 2021, wilayah di Kabupaten Ciamis, memasuki musim hujan.

“Ada empat bencana alam yang sering menerjang wilayah Ciamis yakni longsor, banjir, pergerakan tanah dan angin kencang,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ciamis, Agus Yani saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/9/2021).

Menurut data tahun 2020, bencana banjir banyak terjadi di wilayah selatan Ciamis. Penyebabnya, karena luapan air beberapa sungai besar yang melintasi wilayah tersebut.

Diantaranya di Kecamatan Banjaranyar, Banjarsari, Kecamatan Purwadadi, Pamarican, Lakbok dan Kecamatan Panumbangan saat sungai Citanduy meluap.

Sedangkan di wilayah utara Ciamis, banyak terjadi bencana longsor. Seperti di Kecamatan Panawangan, Sadananya, Rancah Cipaku, dan Cihaurbeuti.

Untuk bencana pergerakan tanah, sebelumnya sempat terjadi di Kecamatan Tambaksari, Rancah, Cikoneng dan Kawali. Pergerakan tanah ini mengakibatkan rumah warga mengalami retak-retak.

Sementara untuk bencana angin kencang, terjadi secara merata hampir di semua kecamatan.

“Itu beberapa daerah di Ciamis yang rawan bencana. Tentunya bagi warga Ciamis agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat hujan turun yang rumahnya di perbukitan sebaiknya mengungsi sementara,” Agus Yani menuturkan.

BACA JUGA: UPI Siap Jadi Garda Terdepan Bangun Keterbukaan Informasi Publik

Saat ini, Ciamis termasuk dalam lima besar tingkat kerawanan bencana di Provinsi Jabar. Sedangkan untuk level nasional, Ciamis berada di posisi ke-14.

“Pada tahun 2020, di Ciamis terjadi 575 laporan kejadian bencana. Untuk bencana paling banyak terjadi adalah longsor,” kata dia.

Untuk mengantisipasi dampak bencana, BPBD Ciamis telah mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama yang berada di daerah rawan bencana.

“Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa. Lalu melakukan gerakan membersihkan saluran air dalam upaya mencegah banjir serta pangkas pohon yang rawan tumbang,” Agus Yani menegaskan.

(Riza M Irfansyah/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img