spot_img
Kamis 29 Februari 2024
spot_img
More

    6 Fakta Bunga Edelweiss yang Harus Diketahui

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anaphalis javanica dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss) atau Bunga Senduro merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara.

    Edelweiss dapat tumbuh hingga 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter.

    Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka dan merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan serta mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

    edelweiss fokusjabar.id
    Edelweiss (foto web)

    BACA JUGA: 6 Cara Merawat Mawar agar Cepat Berbunga

    Biasanya di bulan April dan Agustus Bunganya muncul serta sangat disukai lebih dari 300 jenis serangga. Di antaranya, kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan dan lebah.

    Jika cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, maka tumbuhan ini dapat menjadi tempat bersarang bagi burung Tiung Batu Licik Myophonus glaucinus.

    Bagian-bagian yang sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual atau sekadar kenang-kenangan oleh para pendaki.

    Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini.

    Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.

    edelweiss fokusjabar.id
    Bunga Abadi (foto web)

    Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Edelweiss dapat diperbanyak dengan mudah melalui pemotongan cabang-cabangnya.

    Oleh karena itu potongan-potongan itu mungkin dapat dijual kepada pengunjung untuk mengurangi tekanan terhadap populasi liar.

    Berikut beberapa fakta menarik soal Edelweiss:

    1. Tumbuh di Daerah Pegunungan

    Tumbuhan ini biasanya tumbuh di tempat dengan ketinggian sekitar 2000 mpdl ke atas, juga tergantung dengan suhu udara dan kelembapan pada ketinggian tersebut. Sehingga membawaya turun tentu hanya akan membuat bunga ini layu dan mati.

    1. Bunga Abadi

    Kenapa demikian? Karena di dalam bunga ini terkandung hormon yang bisa mencegah kerontokan kelopak bunga yaitu hormon etilen dan dapat mekar sampai 10 tahun lamanya.

    1. Bisa Dibudidayakan

    Saat ini bisa dibudidayakan terutama di daerah dataran tinggi. Contohnya berada di dataran tinggi Dieng. Anda bisa menemukan dan membeli yang dibudidayakan oleh para petani di sana.

    Biasanya dibudidayakan dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya serta ditanam di media tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH (keasaman tanah) antara 4-7.

    1. Dilindungi UU

    Sejatinya sudah banyak yang paham bahwa mencabut dan membawanya turun dari gunung adalah tindakan yang tidak diperbolehkan. Dan setiap tempat pendakian telah memasang aturan untuk mengimbau agar para pendaki tidak memetik tumbuhan ini. Meski begitu, tetap saja masih banyak yang memetiknya.

    Selain melanggar kode etik pendakian gunung, mencabut tumbuhan ini pun bisa terancam hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

    1. Simbol dan Logo

    Bunga Abadi yang tersebar di beberapa dataran tinggi Eropa kerap dijadikan simbol dan lambing. Semisal jadi simbol di koin dan logo sebuah lembaga.

    Di Indonesia sendiri, pernah dijadikan gambar pada perangko oleh Pos Indonesia di tahun 2003 silam.

    1. Tempat Terbaik Melihat Edelweiss

    Tegal Alun Gunung Papandayan disinyalir sebagai tempat terbaik untuk melihat tumbuhan ini. Total luas Tegal Alun berkisar 32 hektar dan hampir di seluruh area bisa didapati bunga yang tumbuh mekar secara alami.

    Di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat (Jabar) terdapat Padang Edelweiss terluas di Asia Tenggara ini menjadi sensasi luar biasa. Bunga yang mendapat julukan bunga abadi ini menjadi daya tarik bagi para pendaki.

    Dalam keadaan mekar, bunga yang memiliki warna putih kekuningan ini memancarkan keindahan di atas ketinggian Gunung Papandayan yang mencapai 2.665 mdpl.

    edelweiss fokusjabar.id
    Bunga Abadi (foto web)

    Padang tumbuhan ini di Tegal Alun memiliki luas sekitar 35 hektare. Udaranya dingin dan sedikit berkabut.

    Alun-alun Suryakencana dan Lembah Mandalawangi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pun memiliki hamparan bunga yang luas.

    Jika Anda ingin menunjukkan keindahan bunga Edelweiss, jangan dibawa turun dari gunung, tapi ajaklah orang-orang untuk melihat langsung keindahannya di atas gunung.

    Keindahan bunga Edelweiss yang sebenarnya adalah ketika melihat tangkainya bergoyang tertiup angin pegunungan, bukan ketika tumbuhan ini berada di tangan Anda.

    Biarkan Edelweiss bermekaran dan mengindahkan pemandangan di alam. Mari menepati janji sebagai pecinta alam.

    (Bambang Fouristian/berbagai sumber)

    Berita Terbaru

    spot_img