spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

Ini Usul Apindo Jabar untuk Turunkan Kasus Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menilai jika testing, tracing dan treatment (3T) bisa menjadi kunci dalam penurunan penyebaran Covid-19. Selain pelaksanaan vaksinasi yang terus dilakukan secara massif.

“3T ini sebenarnya bisa menjadi kunci yang sangat penting untuk dilakukan dalam menurunkan kasus Covid-19,” kata Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik, Minggu (1/8/2021).

Namun, lanjut Ning, akses masyarakat untuk melakukan testing ini masih sangat rendah. Hal ini karena biaya yang dikenakan masih sangat mahal.

“Untuk bisa melakukan PCR di Indonesia sangatlah mahal, bisa mencapai Rp1 juta. Di India, PCR itu biayanya hanya 650 rupee yang kalau dirupiahkan dikisaran 130 ribu. Kalau PCR saja cuma 130 ribuan, gimana dengan antigen? Pasti lebih murah,” kata dia.

Dengan biaya yang murah, Ning menilai jika masyarakat akan lebih mampu melakukan testing atau PCR. Dengan semakin banyak yang melakukan testing, secara otomatis masyarakat yang terpapar pun akan lebih cepat terdeteksi.

“Kalau ter-detect lebih awal, maka peluang untuk sembuh akan lebih besar karena pelaksanaan tracing dan treatment bisa lebih cepat dilakukan,” Ning menuturkan.

BACA JUGA: Jenderal Kopi Nusantara Buwas Siap Beroperasi saat PPKM Level 4

fokusjabar.id apindo jabar covid-19
Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik. (FOTO: Istimewa)

Selain itu, akselerasi vaksinasi harus lebih massif dilakukan pemerintah. Termasuk akses karyawan/pegawai untuk mendapatkan vaksinasi dipermudah.

“Kita pun meminta pemerintah untuk lebih jelas dalam mengeluarkan aturan dalam PPKM ini. Siapkan juklak dan juknisnya sehingga tidak terjadi multitafsir di lapangan karena selama ini terjadi kebingungan diantara masyarakat termasuk bagi pengusaha,” Ning menegaskan.

Ning mengatakan, penerapan PPKM oleh pemerintah sangat berdampak di semua sektor. Tidak hanya bagi masyarakat maupun pegawai, tapi juga ribuah pengusaha yang tergabung dalam Apindo maupun tidak.

“PPKM ini seperti buah simalakama, berat tapi memang langkah ini dibutuhkan pemerintah dan Apindo Jabar mendukung langkah ini tapi dengan beberapa catatan. Selain kejelasan aturan, juga ada ‘sedikit permen’ dari pemerintah untuk para pengusaha karena kalau PPKM ini terus diberlakukan bukan tidak mungkin akan terjadin PHK massal,” kata Ning.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img