spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

DPRD Jabar: Program Petani Milenial Solusi Regenerasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Ahmad Hidayat mengatakan bahwa saat ini Jawa Barat kehilangan 100 ribu petani produktif. Hal itu terjadi akibat berkurangnya lahan karena alih fungsi, sehingga para petani memilih beralih profesi.

Hadirnya program petani milenial, kata Ahmad, bisa menjadi salah satu solusi regenerasi petani di Jabar dan ketahanan pangan.

“Dari 100 ribu itu ada yang meninggal dunia, ada yang lahannya dialih fungsi atau ada juga yang beralih profesi. Kalau ini tidak diantisipasi, Jabar akan menghadapi kelangkaan petani,” kata Ahmad, Kamis (29/7/2020).

BACA JUGA: DPRD Jabar: Keterlambatan Insentif untuk Nakes Jangan Terulang

Kendati begitu, masih ada beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki sebagai upaya mewujudkan program petani milenial yang lebih baik ke depan.

“Kami di komisi dua bersama Pemprov Jabar perlu bekerja ekstra, sebab menciptakan petani yang tinggal di desa dengan rezeki kota itu bukan perkara mudah. Ada kendala kendala lahan dan sebagainya,” kata dia.

Kemudian kaitannya dengan peresmian program petani milenial tanaman hias, dia menilai bahwa hal itu dilakukan sebagai upaya mengejar keterbatasan lahan yang selama ini menjadi kendala.

“Lahan 2 ribu meter bisa menghasilkan Rp4 juta bagi petani per bulan. Saya kira programnya sudah cukup baik. Ke depan perlu kita perbaiki bersama-sama,” kata dia.

Regenerasi petani menjadi target utama untuk kembali meningkatkan ketahanan pangan di Jabar. Sebab berbicara bisnis di pertanian sulit dan banyak tantangannya.

“Sekarang targetnya regenerasi dan membentuk mental petani dulu. Setelah itu kita kejar ke target ketahanan pangannya,” kata dia.

(LIN)

Artikel Lainnya

spot_img