spot_img
Selasa 3 Agustus 2021
spot_img
spot_img

Unjuk Rasa Tolak PPKM Disusupi Kelompok Anarko

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Inci Dermaga Mustawan menyayangkan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh.

Menurutnya, aksi unjuk rasa yang digelar kemarin telah ditunggangi kelompok Anarko. Mereka menyusup ke massa aksi dan berdampak pada kekacauan.‎

‎”Memang betul, kemarin kita dapat informasi benar mereka akan merapat ke massa yang akan unjuk rasa. Pertama mereka masuk dulu ke driver online, tapi karena tahu mereka (ojol) menolak, nah kemarin mereka merapat ke mahasiswa, itulah yang membuat kekacauan,” kata Inci pada Acara Bandung Menjawab secara Virtual, Kamis (22/7/2021).

Inci mengungkapkan, pihak kepolisian telah mengamankan setidaknya 150 orang massa yang membuat kekacauan pada saat unjuk rasa kemarin.

“Kita dapat dari Polrestabes, yang ditangkap 150 orang di dalamnya mahasiswa hanya 9 orang, lulusan SMA, mereka tidak bekerja, saat ini mereka sedang dilakukan pembinaan oleh Polrestabes,” kata dia.

BACA jUGA: 1.208 Hewan Kurban di Kota Bandung Tidak Layak Sembelih

FOKUSJabar.id Bandung
Ratusan Massa Yang Kepung Kantor Wali Kota Bandung di Jalan Wastukencana Jabar Rabu (21/7). Mereka Nungtut PPKM Darurat Dihentikan. (Foto: Yusuf Mugni)

Lebih lanjut inci mengatakan, dari pihak kepolisian bahwa massa aksi ternyata mayoritas bukan warga Kota Bandung.‎

“Yang disayangkan juga, ternyata mereka itu bukan warga kota Bandung,” kata dia.

Inci menambahkan, Kesbangpol Kota Bandung telah melakukan berbagai upaya dalam memberikan pemahaman terhadap berbagai organisasi massa, khususnya dalam melakukan unjuk rasa. Bahkan, pendidikan dan pelatihan diberikan kepada tingkat pelajar.‎

Meski begitu, Inci mengakui pihaknya masih kesulitan dalam melakukan pengawasan dan pemetaan terhadap kelompok Anarko. ‎

“Kita telah melakukan upaya itu, kami dengan ormas ada bimtek, pelajar juga, nah anarko ini pergerakannya tidak seperti yang lainnya. Memang sulitnya, anarko ini tidak hanya berasal dari penduduk Kota Bandung,” kata dia.

(Yusuf Mugni/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img