spot_img
Senin 14 Juni 2021
spot_img
spot_img

PBSI Jabar Gelar Turnamen Bulutangkis, Prokes Jadi Hal Penting

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Protokol kesehatan (prokes) menjadi hal pokok dan wajib dilakukan dalam setiap kegiatan yang digelar di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Hal itu pun diterapkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat pada gelaran turnamen bulutangkis bertajuk ‘Home Tournament’ yang akan digelar Senin-Kamis (7-10/6/2021).

Sebelum gelaran turnamen digelar, penerapan prokes Covid-19 pun sudah diberlakukan. Para atlet, pelatih, ofisial tim, panitia turnamen, perangkat pertandingan, hingga pihak terkait lainnya menjalani swab test antigen yang dilakukan di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (6/6/2021).

“Swab test ini hukumnya wajib bagi semua yang terlibat pada turnamen. Kita ingin semua atlet, pelatih, dan semua yang terlibat di turnamen ini terjaga dan terawasi sehingga kita fokus pada penerapan prokes,” kata Ketua Pelaksana, Herman Subardjah saat ditemui di sela-sela pelaksanaan swab test antigen, Minggu (6/6/2021).

Usai mengikuti pelaksanaan swab test antigen, lanjut dia, atlet dan pelatih serta semua pihak yang terlibat dan hasil swab test menunjukkan non-reaktif akan langsung masuk karantina di hotel. Atlet, pelatih serta semua yang terlibat dalam turnamen itu pun akan menginap di hotel yang sudah ditetapkan panitia.

“Jika hasil swab test menunjukan reaktif, maka kita langsung pulangkan atlet atau yang bersangkutan dan tidak bisa mengikuti turnamen. Dari hasil swab test hari ini, ada 11 atlet yang dinyatakan reaktif dan langsung kami pulangkan. Tidak ada tawar menawar,” kata dia.

Atlet yang menunjukkan hasil non-reaktif saat pelaksanaan swab test, Minggu (6/6/2021), bisa mengikuti pertandingan yang dimulai pada Senin (7/6/2021). Namun pada Rabu (9/6/2021), akan kembali dilakukan swab test ulang bagi atlet, pelatih, panitia, hingga perangkat pertandingan di lokasi pertandingan.

“Jika ada atlet yang reaktif dari hasil swab test pada Rabu (9/6/2021) nanti, otomatis akan kita diskualifikasi dari turnamen dan dinyatakan kalah. Untuk itu, kita imbau atlet tetap menjalankan Prokes dengan baik selama turnamen berlangsung,” kata dia.

BACA JUGA: Incar Juara Umum Porprov XIV/2020, Porserosi Kota Bandung Gelar Seleksi Atlet

fokusjabar.id prokes turnamen bulutangkis PBSI Jabar
Pelaksanaan swab test antigen sebelum mengikuti turnamen bulutangkis PBSI Jabar menjadi prokes yang wajib dilakukan. (FOTO: Ageng)

Diikuti 246 Atlet
Pada gelaran turnamen perdana di Jabar sejak tahun 2020, akan mempertandingkan 189 partai dan diikuti oleh 246 atlet yang digelar di tujuh lapangan pertandingan tanpa penonton. Para atlet yang akan bertanding merupakan perwakilan dari tiga wilayah di Jabar ditambah perwakilan klub Mutiara Bandung.

“Sebelumnya, di tiga wilayah itu sudah menggelar seleksi. Yakni wilayah Bandung Raya, wilayah Priangan Timur, dan wilayah Bogor Raya. Jadi dari sisi peserta pun sudah terbatasi dan selektif karena sifatnya invitasi. Hanya atlet terbaik dari setiap wilayah yang bisa ikut,” Herman menambahkan.

Turnamen bulutangkis pertama di tahun 2021 yang digelar PBSI Jabar ini akan mempertandingkan untuk tiga kelompok usia. Yakni pemula, remaja, dan taruna.

Untuk kategori perorangan di kelompok usia remaja dan taruna, akan mempertandingkan nomor tunggal putra dan putri serta nomor ganda putra dan putri. Sedangkan untuk kelompok pemula hanya mempertandingkan nomor tunggal putra dan putri.

Selain itu, dipertandingkan juga untuk nomor beregu putra dan putri yang akan diikuti perwakilan tim wilayah Bandung Raya, Priangan Timur, Bogor Raya, serta klub Mutiara Bandung. Pada nomor beregu ini akan mempertandingkan tujuh partai.

“Yakni tiga partai di nomor tunggal pemula, satu partai tunggal remaja, satu partai tunggal taruna, satu partai ganda remaja, dan satu partai ganda taruna,” kata Herman.

Dari hasil turnamen bulutangkis yang digelar kali ini, kata Herman, akan menjadi patokan PBSI Jabar dalam membuat ranking atlet bulutangkis di Jabar. Sistem ranking ini, selanjutnya akan dilaporkan langsung ke PB PBSI sebagai acuan penetapan ranking di tingkat nasional.

“Saat ini, ranking atlet bulutangkis secara nasional kembali ke nol karena dalam satu tahun terakhir ini tidak ada kejuaraan atau turnamen yang digelar. PBSI Jabar menjadi provinsi pertama yang menggelar pertandingan yang mengacu pada sistem informasi PBSI sehingga secara ketentuan turnamen sudah sesuai,” kata Herman.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img