spot_img
Minggu 13 Juni 2021
spot_img
spot_img

120 Tahun Bung Karno, Suarahgaloka Gandeng Maudy Koesnaedi Pentaskan Monolog Serial

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Minggu (6/6/2021), menjadi Hari Peringatan ke-120 tahun kelahiran Presiden RI pertama Ir. Soekarno (Bung Karno). Hari ini pun menjadi momentum tepat untuk merenungkan kembali pemikiran-pemikiran Sang Proklamator dalam upayanya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam rangka 120 Tahun Bung Karno, Suarahgaloka bekerjasama dengan MainMonolog meluncurkan pentas seni teatrikal tentang Putra Sang Fajar. Pentas seni teatrikal tersebut  bertajuk ‘Bung Karno Series: Besok Atau Tidak Sama Sekali’.

Pertunjukan naskah monolog karya Wawan Sofwan ini akan hadir secara virtual dalam lima episode dan ditayangkan di akun Youtube Suarahgaloka. Episode perdana dapat disaksikan pada Minggu (6/6/2021) mulai pukul 12.00 WIB.

Selain menghadirkan sosok Bung Karno yang diperankan langsung Wawan Sofwan, sejumlah insan pertunjukan ternama pun terlibat dalam pementasan. Diantaranya aktris Maudy Koesnaedi (sebagai Inggit Garnasih) dan Vicky Mono (pengisi soundtrack).

BACA JUGA: Vizcarra: Peta Kekuatan Tim di Liga 1 Berbeda dengan Piala Menpora

fokusjabar.id Bung Karno
(FOTO: Istimewa)

Vicky Mono sekaligus salah satu founder Suarahgaloka mengatakan, pementasan ‘Bung Karno Series: Besok Atau Tidak Sama Sekali’ sejalan dengan misi Suarahgaloka yang dia dirikan bersama Tjuknur Putro Guritno dan Abong Tjokro Bondowoso. Yakni menjadi wadah berkumpul bagi seniman dan budayawan Indonesia guna memajukan seni dan budaya warisan leluhur.

“Suarahgaloka merupakan wadah pemersatu bangsa melalui seni, budaya dan kreatifitas demi melestarikan kesenian modern, tradisional, maupun kontemporer yang tujuannya akan menjadi sebuah sajian berskala nasional,” kata Vicky Mono.

Mantan vokalis band Burgerkill tersebut mengaku optimis jika pementasan teater virtual lima episode ini mendapat respon positif dari masyarakat. Khususnya para pecinta seni peran.

Vicky pun berharap masyarakat Indonesia mendukung Suarahgaloka agar senantiasa konsisten dan produktif dalam menghasilkan karya-karya seni budaya yang identik dengan kearifan lokal bangsa Indonesia.

“Semoga Suarahgaloka selalu memberikan benih yang baik bagi generasi muda di masa yang akan datang, menjadi sebuah wadah yang berkelanjutan, selalu melestarikan apa itu kebaikan dan nilai-nilai kebijaksanaan yang sudah seharusnya masyarakat Indonesia sadar akan hal ini,” kata Vicky Mono.

fokusjabar.id Bung Karno
(FOTO: Istimewa)

Pementasan ‘Bung Karno Series: Besok Atau Tidak Sama Sekali’ diadopsi dari naskah monolog karya sutradara Wawan Sofwan yang bercerita tentang proses Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Alur kisah terangkum dari beberapa fragmen yang mengulik kisah percintaan Bung Karno di masa muda, pengasingan oleh Pemerintah Hindia Belanda guna meredam pemikiran progresif Bung Karno hingga momen detik-detik Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

“Naskah ‘Besok Atau Tidak Sama Sekali’ ini sudah melewati proses yang sangat panjang dari sisi riset dan observasi. Tentu kami berharap pesan yang terkandung dalam pertunjukan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bangsa ini adalah sebuah bangsa yang besar dan memiliki sejarah yang panjang,” Wawan menambahkan.

Tak hanya sebagai penulis naskah, Wawan Sofwan pun ‘turun tangan’ berperan sebagai Bung Karno dalam pementasan kali ini. Wawan sendiri merupakan sosok peraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai aktor sekaligus sutradara yang paling sering mementaskan monolog tentang Bung Karno.

Sejak 2002, Wawan terlibat setidaknya dalam 85 pementasan monolog pidato Bung Karno. Selain Wawan, aktris senior Maudy Koesnaedi pun ambil bagian memerankan Inggit Ganarsih.

BACA JUGA: Belajar Online Tetap Jadi Alternatif Pendidikan Masa Depan

fokusjabar.id Bung Karno
(FOTO: Istimewa)

Bagi Maudy Koesnaedi, memerankan Inggit Garnasih bagaikan mengulang kenangan tatkala ia memerankan sosok yang sama dalam film tentang Bung Karno delapan tahun lalu. Namun kali ini menjadi sebuah tantangan baru bagi Maudy lantaran panggung pertunjukan yang berbeda.

“Bedanya, karena ini pertunjukan teater, saya harus bisa lebih ekspresif dan maksimal dalam memerankan sosok Inggit. Semoga dapat dinikmati dan diapresiasi oleh penonton,” kata Maudy.

Musik dan soundtrack dalam pementasan ini pun digarap langsung Vicky Mono, sehingga bisa menghasilkan sebuah pementasan teatrikal dengan alur cerita dan visual yang kuat. Pertunjukan pun berkolaborasi dengan Postco.Cinema untuk pengambilan gambar.

Bulqini memberikan sentuhan pada set visual design, Zamzam Mubarok & Aji Sangiaji pada set tata cahaya, dan Pohaci Studio pada perangkat alat rekam suara. Pementasan pun mendapat dukungan penuh dari sejumlah merek lokal populer yaitu Wellborn dan Tangan Eskalasi Mahakarsa (Tesmak).

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img