spot_img
Minggu 13 Juni 2021
spot_img
spot_img

Kembali ke Serie A, Jose Mourinho Resmi Latih AS Roma

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Karisma seorang Jose Mourinho nampaknya belum pudar usai dipecat Tottenham Hotspur dari kursi pelatih utama. Hanya menganggur sekitar dua pekan, The Special One sudah mendapat jabatan baru sebagai pelatih AS Roma.

Kepastian Jose Mourinho menggantikan Paulo Fonseca diumumkan klub Serigala Ibukota melalui unggahan di akun twitter klub, @OfficialASRoma pada Selasa (4/5/2021) malam WIB. Dalam unggahan berbahasa Italia itu, klub mengumumkan jika Jose Mourinho akan mulai bertugas pada musim 2021-2022.

“#ASRoma dengan bangga mengumumkan bahwa José Mourinho akan menjadi Manajer Teknis Tim Utama yang baru mulai musim 2021-22!” tulis pernyataan AS Roma.

Selain itu, Giallorossi pun memastikan jika Paulo Fonseca akan meninggalkan klub setelah musim 2020-2021 berakhir. Artinya, mantan pelatih Shakhtar Donetsk itu akan menangani Chris Smalling dan kolega di empat laga sisa Serie A termasuk leg kedua semifinal Liga Eropa.

“Klub dapat mengonfirmasi, pelatih kepala Paulo Fonseca akan pergi pada akhir musim,” cuit AS Roma.

fokusjabar.id Jose Mourindo AS Roma
Pengumuman resmi AS Roma melalui laman twitter resmi. (FOTO: Istimewa)

BACA JUGA: Siap Ambil Alih Arsenal, Ini Yang Dilakukan Bos Sportify

Meski sudah dipastikan hengkang dari stadion Olimpico, Fonseca tetap fokus mengejar kemenangan bagi Giallorossi di sisa laga. Dia mengaku jika dalam dua tahun terakhir, timnya itu mengalami pasang surut.

“Kota ini menyambut saya dengan baik. Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar Roma, orang-orang yang bekerja dengan kami di Trigoria, para pemain dan mereka yang mendukung kami di jalur ini, khusunya Dan dan Ryan Friedkin. Serta Tiago Pinto, seorang profesional luar biasa. Saya berharap yang terbaik dalam perjalanan anda bersama klub ini. Seperti biasa, kami akan memberikan yang terbaik. Terima kasih Roma,” kata Fonseca seperti dilansir republika.co.id dari Football Italia, Selasa (4/5/2021).

Presiden AS Roma, Thomas Daniel Friedkin menyebut jika Fonseca sudah bekerja luar biasa dalam menangai tim dan melewati berbagai tantangan. Pria kelahiran San Diego, California itu menilai Fonseca mampu menunjukkan kemurahan hati, keadilan, dan karakter hebat.

“Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan. Kami yakin dia memiliki nilai tambah yang fantastis, kemanapun dia pergi,” kata Friedkin.

Menangani tim Serigala Ibukota, akan menjadi tantangan dan tugas berat tersendiri bagi Jose Mourinho. Bagaimana tidak, The Special One kerap gagal menangani tim-tim medioker (papan tengah).

Mourinho selalu identik membesut tim-tim papan atas yang didukung dengan finansial mapan seperti Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, hingga Manchester United. Hasilnya, dia selalu menyumbangkan trofi untuk tim-tim tersebut.

Namun saat menangani tim-tim medioker, Mourinho cukup kesulitan mempersembahkan trofi juara. Itu terbukti di Tottenham Hotspur dengan gagal memberi satu pun trofi juara.

fokusjabar.id Jose Mourindo AS Roma
Jose Mourinho diharapkan bisa mengembalikan kejayaan AS Roma. Dalam dua musim terakhir, Edin Dzeko dkk selalu terlempar dari posisi empat besar Serie A. (FOTO: WEB)

Lantas bagaimana dengan Giallorrosi? Tanpa mengecilkan reputasi dan sejarah klub, kini AS Roma merupakan tim medioker di Liga Italia dan tak jauh berbeda dengan Tottenham Hotspur di Inggris.

Bahkan dalam dua musim terakhir, AS Roma selalu terlempar dari posisi empat besar di Serie A. Pun demikian di musim 2020-2021, hingga pekan ke-34, mereka bertengger di posisi ke-7 klasemen Serie A Italia.

Keputusan AS Roma memboyong Morinho, tentu karena tim Serigala Ibukota ini haus trofi juara. Terakhir, trofi bergengsi yang berhasil diraih adalah Coppa Italia di musim 2007/08.

Namun di kompetisi Serie A, AS Roma sudah sangat lama tidak merasakan scudetto. Musim 2000-2001 adalah musim dimana AS Roma memenangkan serie A untuk kali ketiga dan saat itu dilatih Fabio Capello dengan mengandalkan trio Francesco Totti, Vincenzo Montella, Gabriel Batistuta.

Inilah yang menjadi tantangan bagi Mourinho saat kembali ke Italia untuk membesut AS Roma. Ya, atmosfer Serie A memang tidak asing bagi pelatih berkebangsaan Portugal ini.

Mourinho pernah menjadi juru taktik Inter Milan sejak 2008 hingga 2010. Dua scudeto dipersembahkan Mourinho bagi tim biru hitam pada musim 2008-2009 dan 2009-2010. Bahkan di musim terakhirnya 2009–2010, Mourinho berhasil mempersembahkan treble winner yakni Champions League, Serie A, dan Coppa Italia.

fokusjabar.id Jose Mourindo AS Roma
Jose Mourinho mengangkat trofi Liga Champions saat masih menjadi pelatih Inter Milan (FOTO: WEB)

Mourinho pun bisa disebut sebagai salah satu pelatih paling sukses di dunia. Dia pernah memenangi 25 trofi bergengsi sebelum resmi ditunjuk sebagai pelatih AS Roma, saat bertugas di FC Porto, Chelsea, Real Madrid, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Empat titel domestik pun berhasil dia sumbangkan bagi klub yang dilatihnya di empat negara berbeda. Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol.

Deretan prestasi mentereng tersebut, akan menjadi pertaruhan bagi Jose Mourinho di AS Roma. Tugas berat menanti Mourinho yang diharapkan membawa Giallorrosi kembali tampil sebagai tim papan atas di Serie A.

Tak tanggung-tanggung, AS Roma pun mengontrak Mourinho selama tiga musim untuk ‘mengasah’ taring Serigala Ibukota kembali tajam. Bahkan dilansir bolasport.com dari Sky Sport Italia dan Calcio e Finanza, Mourinho disebut-sebut menjadi pelatih termahal di Serie A mengalahkan Antonio Conte yang baru saja mempersembahkan scudetto bagi Inter Milan.

Mourinho akan mengantongi sekitar 16 juta euro di musim pertamanya bersama AS Roma, sesuai dengan upah terakhirnya di Tottenham. Nominal tersebut mengalahkan pendapatan Antonio Conte yang dibayar Inter Milan 12 juta euro per musim.

fokusjabar.id Jose Mourindo AS Roma
Menjadi juru taktik anyar AS Roma, Jose Mourinho dibayar 16 juta euro. (FOTO: WEB)

Tapi AS Roma tidak membayar gaji Mourinho sendirian, tapi patungan dengan Tottenham Hotspur. Sesuai perjanjian dalam kontrak dengan Mourinho yang seharusnya berlaku sampai 2023, The Lily Whites akan menutupi kekurangan jumlah gaji dari pendapatan sebelumnya di klub London itu.

Dengan kata lain, Tottenham masih akan membayar 9 juta euro (56%) dari total pendapatan bersih 16 juta euro yang masuk kantong Mourinho. Namun patungan Roma dan Spurs untuk gaji Mourinho itu hanya berlaku di musim pertamanya.

Dalam dua musim berikutnya, Mourinho akan mengantongi upah 7 juta euro per musim, plus bonus. Meski menurun, namun nilai itu masih sangat tinggi karena Fonseca hanya dibayar 2,5 juta euro per musim oleh AS Roma.

Meski pendapatannya menurun mulai musim kedua di AS Roma, tapi Mourinho sangat antusias menjadi juru taktik Giallorossi. Sekaligus menjadi rival Inter Milan, tim yang pernah dia besut di 2008-2010. Semangat dan ambisi AS Roma untuk kembali ke masa kejayaan, menjadi inspirasi Mourinho.

“Setelah pertemuan dengan pihak pemilik, saya langsung memahami ambisi mereka untuk AS Roma. Bersama-sama kami ingin membangun proyek kemenangan. Semangat luar biasa dari para penggemar meyakinkan saya untuk menerima pekerjaan ini. Saya tidak sabar untuk memulai musim depan. Daje Roma!” kata Jose Mourinho seperti dikutip dari kompas.com.

(ageng)

Artikel Lainnya

spot_img