spot_img
Minggu 9 Mei 2021
spot_img
spot_img

Soal Vaksin Nusantara, Kepala BPOM: Saya Tidak Mau Komentar Lagi

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan tegas menyatakan tidak terkait dengan aktivitas uji klinis kepada manusia yang dilakukan Vaksin Nusantara.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito enggan berkomentar terkait konsekuensi kesehatan.

“Saya tidak mau komentari, karena vaksin dendritik atau nama vaksin Nusantara sudah beralih sekarang, saya sudah tidak mau komentari lagi, sudah beralih,” kata Penny, Jumat (16/4/2021).

Penny mengatakan, tugas BPOM dalam pemantauan pengembangan Vaksin Nusantara sudah selesai ketika pihaknya memberikan penilaian terhadap uji klinis tahap I dan menyatakan vaksin tersebut tidak memenuhi standar untuk melanjutkan pengembangan.

BACA JUGA: Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, PMI Butuh Tambahan Donor

“Apa yang sekarang terjadi di luar BPOM. Bukan kami untuk menilai itu. BPOM hanya pendampingan saat uji klinik yang sesuai standar good clinical trial yang berlaku internasional untuk umum,” katanya.

Ia kembali menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa berkomentar terkait tim peneliti Vaksin Nusantara yang berkeras melanjutkan uji klinis terhadap manusia meskipun tidak mendapat izin dan tidak melakukan tahapan preklinik.

“Vaksin Nusantara kami tidak bisa jawab. Sebagaimana hasil penilaian Badan POM terkait fase pertama uji klinik dendritik belum bisa dilanjutkan ke fase II dan ada temuan correction action. Koreksi itu harus ada perbaikan dulu kalau mau maju ke fase kedua,” tuturnya.

Penny juga menekankan pentingnya tahapan preklinik dilakukan sebelum uji klinik tahap II pada manusia. Ia mengatakan tujuan preklinik dalam pengembangan vaksin untuk memastikan perlindungan bagi relawan yang dilibatkan dalam penyuntikan.

(Agung)

 

Artikel Lainnya

spot_img