spot_img
Minggu 3 Juli 2022
spot_img
More

    HMI Minta Bupati Indramayu Tunjuk Plt Dirut PDAM Tirta Darma Ayu

    INDRAMAYU,FOKUSJabar.id: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indramayu menyoroti belum digantinya Dirut Perumda PDAM Tirta Darma Ayu, Kabupaten Indramayu, Tatang Sutardi. Pasalnya, masa jabatan Tatang Sutardi sudah habis pada 9 April 2021.

    HMI Indramayu PUN menyatakan sikap dan mendesak Bupati Indramayu Nina Agustina segera menunjuk pejabat sementara (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan Dirut Perumda PDAM Indramayu.

    “Kami mendesak Bupati segera menunjuk Plt Dirut Perumda PDAM karena sudah habis masa jabatannya,” kata Ketua HMI Cabang Indramayu, Ibrahim, Kamis (15/4/2021).

    Selain itu, Ibrahim mendesak Bupati segera mengganti posisi jabatan Dirut Perumda PDAM dengan orang yang baru yang lebih berkompeten dan mempunyai kemampuan dalam memimpin Perumda PDAM. Bupati pun harus segera membentuk panitian seleksi yang independen sesuai aturan yang berlaku.

    “Kami meminta Bupati segera membentuk panitia seleksi Dirut dan Pengawas PDAM,” kata dia.

    Ibrahim mengatakan, penyataan sikap dibuat sebagai bentuk kepedulian HMI Indramayu terhadap PDAM Indramayu agar lebih baik dalam melayani kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Pihaknya meminta seluruh masyarakat untuk bisa berpartisipasi demi kemajuan Perumda PDAM dan mendukung Pemda Indramayu dalam program pro rakyat.

    “Kami harap, Perumda PDAM Tirta Darma Ayu lebih baik lagi dalam melayani air bersih untuk masyarakat,” Ibrahim menegaskan.

    BACA JUGA: Penyekatan Jalur Mudik Lebaran Akan Diberlakukan Mulai 6 Mei

    Tujuan didirikanya Perumda PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, lanjut dia, untuk mewujudkan dan meningkatkan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Namun, fakta di lapangan masih ditemukan berbagai persoalan.

    “Kami menilai ini sebagai kekurangan pihak direksi dalam mengatur, manajerial hingga pengelolaan air bersih yang bersumber dari air baku Sungai Cimanuk dan irigasi Jatiluhur,” kata dia.

    Persoalan yang ditemuakn di lapangan diantaranya keruhnya air produksi pada waktu tertentu, masih tersendatnya aliran air bersih atau tidak full 24 jam di beberapa wilayah. Dari persoalan tersebut, faktor utamanya berasal dari pihak direksi dan managemen yang tidak serius dalam menjalankan tugasnya.

    “Kami minta demi kemajuan PDAM, maka jajaran direksi harus dievaluasi, direformasi dan diganti,” kata Ibrahim.

    (Agus/Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img