BANDUNG,FOKUSJabar.id: Panglay/Bangle (Zingiber cassumunar) adalah salah satu tanaman rempah-rempah anggota suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpangnya di manfaatkan sebagai bumbu dapur dan bahan pengobatan.
Panglay di kenal di berbagai tempat dengan nama yang berbeda. Di Aceh di sebut Mungle, Tapanuli (Bungle), Kunik Bolai (Rana Minang), Banglee’iy (Rejang), Panglai (Pasundan/Sunda), Pandhiyâng (Madura), Bale (Makassar), Panini (Bugis) dan Unin Makei (Ambon).
Panglay di temukan di kawasan India Selatan yang beriklim tropis dan kawasan Asia Tenggara (Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Laos dan Kamboja).
BACA JUGA: 9 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan Tubuh
Di Jawa, Bangle di budidayakan/di tanam di pekarangan rumah pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Mulai dari dataran rendah sampai 1.300 Mdpl.
Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk.
Tanaman rempah ini tumbuh tegak 1-1,5 meter, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang di pinggir ujungnya berambut sikat.
Daunnya tunggal, letak berseling, helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23–35 cm, lebar 20–40 mm dan warnanya hijau.
Bunganya majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6–10 cm, lebar 4–5 cm.
Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat.
Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2–5 mm.
Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan. Jika di belah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit.
BACA JUGA:
Alasan Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa
Panglay di golongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat yang di percaya sebagai peluruh lemak, Pelangsing, meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan tubuh.
Ekstrak rimpang bangle di kabarkan memiliki aktivitas farmakologi sebagai antibakteri, laksatif, dan inhibitor lipase pankreas. Kandungan senyawa yang terdapat dalam ekstrak yang di duga berperan dalam aktivitas tersebut.
Kandungan senyawa yang terdapat di dalam tanaman dapat di tarik oleh suatu pelarut saat proses ekstraksi. Pemilihan pelarut yang sesuai merupakan faktor penting dalam proses ekstraksi.
Metanol merupakan pelarut yang bersifat universal yang dapat menarik sebagian besar senyawa kimia dalam tanaman.
Panglay juga kaya akan asam organik, lemak, mineral, albuminoid, tanin dan sineol yang menimbulkan bau khas aromatik dan berasa pahit agak pedas.
Zat-zat tersebut dapat berguna sebagai penurun panas (antipiretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), pembasmi cacing, dan antiicteric bagi penderita hepatitis.
Sejak dulu, Panglay sebenarnya telah di gunakan sebagai bahan pengobatan. Tanaman ini, baik daun, batang, maupun akarnya, dapat di gunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Adapun cara pengobatannya secara umum adalah dengan di keringkan, di rebus lalu di minum air rebusannya atau di tumbuk hingga halus kemudian di oleskan pada anggota tubuh yang terluka (sakit).
BACA JUGA:
Alasan Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa
- Masuk angin
Cuci bersih dan parut rimpang Panglay. Hasil parutan di saring lalu campur sedikit air dan satu sendok makan madu sebelum di minum. Dosisnya dua kali pada pagi dan sore hari.
- Cacingan
Iris atau tumbuk halus rimpang Panglay, lalu rebus bersama dengan temu hitam, ketumbar dan tangkai daun seureuh. Setelah dingin, air rebusannya saring dan di minum.
- Sakit kuning
Parut rimpang Bangle sebanyak 1/2 jari. Saring lalu campur sedikit air dan satu sendok makan madu. Dosis minumnya antara 2-3 kali sehari hingga sembuh.
- Sakit Kepala
Rimpang Panglay secukupnya di cuci bersih dan parut. Hasil parutan campur air agar menjadi adonan seperti bubur lalu tempel pada pelipis atau dahi.
- Nyeri Sendi (Reumatik)
Cuci bersih dan parut sejumlah rimpang Panglay. Hasil parutan campur air hingga menjadi seperti bubur untuk dibalurkan pada bagian sendi yang terasa sakit.
- Kegemukan
Rebus rimpang Panglay dan beberapa lembar daun jati dalam 1,5 gelas air hingga tersisa satu gelas saja. Kemudian, saring air rebusan tersebut untuk diminum pada pagi dan sore hari.
Parut rimpang Bangle secukupnya lalu borehkan pada bagian perut dan cuci dan memarut seukuran 1/2 jari. Air hasil parutan campur dengan temu hitam, satu sendok makan air jeruk nipis, dan dua sendok makan madu untuk diminum 2-3 kali sehari.
BACA JUGA:
Tips Memilih Makanan Sahur agar Puasa Tetap Bertenaga
- Masuk angin pada balita
Masuk angin pada balita dapat diatasi dengan menumbuk Panglay. Campur dengan sedikit air dan balurkan pada bagian perut hingga kaki bayi.
- Lemah jantung
Lemah jantung dapat di obati dengan memarut Panglay. Parutannya rebus dengan air dan di minum secara teratur setiap sore hari.
- Demam
Terdapat beberapa cara mengobati demam. Cuci bersih rimpang panglay, tumbuk dan gunakan sebagai kompres atau parut campur dengan sedikit air dan satu sendok makan madu sebelum di minum. Dosisnya dua kali sehari pada pagi dan sore hari.
(Bambang Fouristian/berbagai sumber)


