spot_img
Senin 24 Juni 2024
spot_img
More

    Energi Alternatif “Matahari buatan” Bisa Lelehkan Bumi, ini Kata Peneliti

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Matahari buatan, Kebutuhan energi di jaman sekarang semakin meningkat, hal tersebut di khawatirkan dapat membuat kelangkaan energi pada era generasi yang akan datang.

    Pasalnya, sumber energi utama seperti fosil, batu bara, minyak bumi, dan gas alam  merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.

    Sementara itu, prediksi bermunculan salah satunya yaitu dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam jurnal Energy: The Next Fifity Years yang memprediksi jumlah penduduk dunia yang akan melebihi angka 2 miliar pada tahun 2050.

    Lebih lanjut, Organisasi tersebut menyebutkan bahan bakar fosil tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik dan transportasi penduduk dunia pada tahun 2050 mendatang.

    Sehingga, banyak ilmuan yang mulai memutar otak dengan cara menciptakan energi alternatif yang ramah lingkungan. Salah satunta yaitu Matahari buatan yang diciptakan oleh China.

    Matahari Buatan Cina

    Seperti diketahui Negri Tirai Bambu telah berhasil menyelesaikan proyek pembuatan yang diklaim memiliki panas 10 kali lipat dari inti matahari.

    Tim ilmuan dari Institute Fisika Plasma China, menggunakan teknik fusi nuklir yang diolah sedemikian rupa. Reaksi fusi nuklir dilakukan dengan cara sebaliknya yaitu  dua atom atau lebih bergabung menjadi satu proses tersebut nantinya akan dilanjutkan menggunakan Tokamak.

    Tokamak merupakan alat penting yang digunakan untuk meniru proses fusi nuklir yang secara alamiah terjadi pada matahari dan bintang untuk menghasilkan energi.

    matahari buatan
    Ilustrasi (Web)

    Penciptaan Matahari buatan tersebut bertujuan untuk memperbaharui sumber energi seperti fosil dan minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui. Dengan kata lain Matahari buatan merupakan sumber energi alternatif yang bisa digunakan di masa depan.

    Tentunya pembuatan Matahari buatan menimbulkan beragam spekulasi dari berbagai pihak, banyak pihak yang menyatakan penciptaan matahari buatan akan menimbulkan banyak kendala dan pengaruh bagi kehidupan manusia di muka bumi.

    Dosen Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada, Yudi Utomo menjelaskan, ada kendala serius yang belum bisa diatasi oleh ilmuwan dalam meneliti Matahari buatan.

    Yudi mengatakan, hingga saat ini, belum ada satu jenis material yang mampu menahan panas hingga 1 juta derajat Celcius. Sementara panas plasma dalam reaktor fusi Tokamak bisa mencapai 150 juta derajat celcius.

    Baca Juga: 2020 “Matahari Buatan” Cina Dinyalakan, Begini Bentuknya

    “Memerlukan material tahan panas yang sampai 1 juta derajat Celcius, dan itu belum ada material bikinan manusia yang bisa mengungkung, karena bisa meleleh, jadi problemnya bukan di reaksinya, tapi di material engineering-nya,”kata Yudi seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (10/12).

    Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN, Dhandang Purwadhi mengatakan Pembuatan Matahari buatan asal China tersebut bisa melelehkan peradaban di bumi.

    “Sampai sekarang penelitiannya masih eksperimental, bisa saja berbahaya, tapi penelitian itu ada batasnya sehingga jangan sampai merusak, dari segi panasnya yang keluar itu besar sekali bisa melelehkan apa saja di permukaan Bumi,” katanya.

    (Fauza/Erwin)

    Berita Terbaru

    spot_img