Minggu 29 November 2020

Tes Fisik Atlet Pelatda PON XX, KONI Jabar Gandeng FPOK UPI

BANDUNG,FOKUSJabar.id: KONI Jabar menggandeng Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk melakukan tes fisik bagi 835 atlet yang tergabung dalam Pelatda PON XX Jabar. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dilakukan oleh Wakil Ketua II KONI Jabar Yunyun Yudiana dengan Dekan FPOK UPI Agus Rusdiana pada Rabu (18/11/2020).

Wakil Ketua II KONI Jabar Yunyun Yudiana mengatakan, gelaran tes fisik merupakan yang pertama kali digelar dalam persiapan Jabar menghadapi PON XX tahun 2021 mendatang di Papua. Rencananya, pelaksanaan tes fisik akan mulai digelar selama sepekan mulai Jumat (20/11/2020) hingga 27 November 2020 mendatang.

“Sesuai dengan MoA yang disepakati kedua belah pihak, tes fisik atlet Pelatda PON XX Jabar akan ditangani para ahli dari FPOK UPI. Termasuk pelaksanaannya pun di laboratorium sport science FPOK UPI,” kaya Yunyun saat ditemui di ruang kerjanya, gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

fokusjabar.id tes fisik koni jabar fpok upi
Penandatanganan naskah kerjasama antara KONI Jabar dengan FPOK UPI terkait pelaksanaan tes fisik atlet Pelatda PON XX Jabar. (FOTO: Istimewa)

BACA JUGA: Jadwal Liga Premier Inggris 2020/2021 Akhir Pekan Ini

Selain lokasi pelaksanaan dan penguji, lanjut Yunyun, pihaknya berharap para teknokrat olahraga dari FPOK UPI masuk sebagai tim monitoring pelaksanaan latihan atlet Pelatda PON XX Jabar. Pasalnya, berdasar pengalaman saat menghadapi PON XIX tahun 2016, hal tersebut sangat membantu dalam mengontrol serta mengukur pelaksanaan latihan atlet.

“Rencana kita tidak sebatas menjadi penguji dan lokasi pelaksanaan tes fisik, tapi para ahli dari FPOK UPI ini pun terlibat sebagai tim monitoring latihan atlet. Ini agar pemantauan pelaksanaan latihan atlet lebih terkontrol jika ada pendampingan dari ahli. Semoga saja ini disetujui pimpinan KONI Jabar dan UPI karena akan sangat membantu persiapan kita menuju PON XX,” kata dia.

Terkait pelaksanaan tes fisik yang digelar ditengah situasi pandemi Covid-19, Yunyun mengatakan jika pihaknya sudah mempersiapkan sebaik mungkin sehingga tidak melanggar protokol kesehatan. Diantaranya dengan mengatur jadwal pelaksanaan tes fisik bagi atlet di setiap cabang olahraga.

“Jadi selama tujuh hari pelaksanaan, dalam satu hari kita bagi di dua sesi. Yakni sesi pagi dan sore, dimana dalam satu sesi hanya diikuti maksimal 50 orang secara bergantian. Sehingga dari sisi social distancing dan protokol kesehatan lain pun kita terapkan dengan ketat,” Yunyun menjelaskan.

Menjadi pelaksanaan yang pertama bagi atlet Pelatda PON XX Jabar, kata dia, data awal kondisi fisik diperoleh dari hasil tes yang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing cabang olahraga. Dengan pelaksanaan tes fisik yang ditangani dan digelar di FPOK UPI, diharapkan pemetaan kondisi fisik atlet akan terpantau lebih komprehensif dan lebih valid.

“Nanti kita akan lihat, sejauh mana progres kondisi fisik atlet usai menjalani latihan selama pandemi ini. Baik saat melakukan latihan mandiri maupun melakukan latihan secara tim seperti saat ini,” Yunyun menambahkan.

Dari pelaksanaan tersebut, pihak FPOK UPI tidak hanya menyerahkan hasil kondisi fisik atlet usai dilakukan pengujian. Tapi juga akan memberikan rekomendasi yang diperlukan untuk meningkatkan kondisi fisik setiap atlet sesuai dengan kecabangan masing-masing.

Dengan demikian, lanjut Yunyun, hal ini akan membantu pelatih di masing-masing cabang olahraga dalam menyusun program latihan. Apa yang akan dicapai dari triwulan, semester, hingga menjelang hari H PON XX pada bulan Oktober 2021 mendatang.

“Jika ada atlet yang kondisi fisiknya dibawah rata-rata sesuai kecabangan, pemecahan masalahnya kita serahkan ke cabang olahraga yang bersangkutan. Seperti apa treatment yang diterapkan, selain rekomendasi yang diberikan FPOK UPI,” kata dia.

fokusjabar.id tes fisik koni jabar fpok upi
(FOTO: Istimewa)

BACA JUGA: 2 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disnaker Kota Bandung Ditutup

Secara umum, Yunyun mengatakan jika kondisi fisik atlet akan terlihat dari angka VO2Max yang dicapai. Angka VO2Max bagi seorang atlet, secara umum, berada di angka 55-60 untuk cabang olahraga aerobik dan antara 50-55 untuk cabang olahraga an-aerobik.

“Kalu harapan kita, atlet itu memiliki VO2Max minimal di angka 54 untuk putri dan di angka 63 untuk putra. Itu angka VO2Max rata-rata atlet top nasional. Minimal di angka itu lah agar bisa mencetak prestasi di ajang PON XX nanti,” kata Yunyun.

(Ageng)

Artikel Lainnya

Ini Alasan Beckham Putra Nugraha Tinggalkan TC di Jakarta

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemain muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, memutuskan...

OTT Wali Kota Cimahi, Ini yang Diamankan KPK

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sekitar 10 orang pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna pada Jumat (27/11/2020). Lembaga antirasuah...

Bus Budiman Jurusan Pangandaran-Bandung Dilempar Batu Oleh Orang Tak Dikenal

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bus Budiman jurusan Pangandaran - Bandung menjadi korban pelemparan batu oleh orang tidak dikenal di Jalan Raya Babakan, tepatnya depan SMA Negeri 1...

Disdagin: Tak Ada Klaster Penyebaran Covid-19 Selama Relaksasi 24 Mal Di Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengklaim, sebanyak 24 mall yang sudah di relaksasi tidak ada klaster  penyebaran Covid-19....

Asisten Pelatih Persib: Kakang Rudianto Bisa Bersaing di Timnas U-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Asisten pelatih Persib Bandung, Budiman mengatakan, bek muda tim kebanggaan Bobotoh, Kakang Rudianto bisa bersaing di pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia U-19. Menurut dia,...

Ini Dia Pemain Terbaik UEFA 2020, Lionel Messi Peringkat 4

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Nominasi pemain sepakbola terbaik Union of European Football Associations (UEFA) musim kompetisi 2019-2020 tidak lagi menjadi milik Lionel Messi, Neymar dan Cristiano Ronaldo....

Puspel PP Jadi Solusi Pemkot Bandung Selesaikan Masalah Perempuan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan (Puspel PP) diharapkan menjadi wadah penyelesaian masalah yang dihadapi kaum perempuan. Baik tindakan diskriminasi berupa tindakan kekerasan maupun pelecehan.‎ Wakil...