Minggu 29 November 2020

Antisipasi Banjir, Pemkot Bandung Uji Coba 10 Titik Sumur Imbuhan Dalam

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dalam upaya mengatisipasi bencana banjir, Pemerintah Kota  (Pemkot) Bandung Jabar terus melakukan inovasi seperti pembuatan biopori, drumpori dan kolam retensi.

kini, Pemkot Bandung tengah mencoba metode baru. Yaitu sumur imbuhan dalam.

Salah satu titik sumur imbuhan dalam sungai yang tengah diujicobakan yaitu di kawasan Rusunawa Cingised. Sumur imbuhan tersebut diyakini mampu menampung air genangan sampai 6 liter per detik.

“Setelah biopori, drumpori, dan lebih besar lagi kolam retensi. Sekarang ada teknologi ini yang diklaim bisa menampung air genangan sampai 6 liter per detik,” kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

Oded berharap dengan sumur imbuhan tersebut, titik-titik genangan air di Kota Bandung bisa lebih cepat surut dan masuk ke dalam tanah, dengan 10 titik yang menjadi uji coba.

BACA JUGA: Pembangunan GPP Bandung Timur Ditargetkan Rampung Mei 2021

“Insya Allah, ke depan akan diperbanyak, ini prototipe yang pertama. Kalau lihat hasilnya ternyata efektif dan bagus ini bisa menjadi solusi mempercepat kita dalam menangani persoalan banjir di Kota Bandung. Saya juga meminta Pak Kadis PU pembuatan sumur imbuhan ini supaya diprioritaskan di wilayah cekungan Bandung yang paling dalam yaitu di daerah timur, Gedebage ini,” ungkap Oded.

Sementara itu, Kepala Balai Air Tanah, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ahmad Taufiq mengatakan, sumur imbuhan ini mempunyai dua manfaat, yakni mengurangi genangan dan menambah cadangan air tanah.

FOKUSJabar.id Bandung
Wali Kota Bandunf Oded M Danial Bersama Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Saat Meninjau Sumur Imbuhan Dalam, di Rusunawa Cingised, Jalan Cingised Kota Bandung Jabar Senin (16/11/2020) -Istimewa-

“Perangkatnya selain sumur, ada bangunan pengolah dengan beberapa langkah dan dengan instrumentasi. Sebelumnya kita lakukan penelitian dan monitoring. Ini efektif untuk kota-kota dengan genangan dan memperbaiki air tanah. Ujicobanya sudah kita lakukan tiga tahun. Sebelumnya kita bangun di daerah Rancaekek, Cimahi, dan itu berhasil. Akhirnya kita kerja sama dengan DPU di Kota Bandung ini,”katanya.

Menurutnya, dengan kedalaman sumur 100 meter, tidak akan menggerus lahan di bawahnya. Karena sumur imbuhan sudah didesain dengan kapasitasnya tidak bisa melebihi kapasitas yang diserapnya.

“Jadi kita desain tidak bisa over. Kalau dicoba dengan kapasitas sumur ini (6 liter per detik) dengan 8 liter, susah menyerapnya. Jadi sesuai kemampuan menyerapnya. Desain bangunan pengolahnya, saluran masuknya juga harus disesuaikan dengan kapasitas,” ucapnya.

Pihaknya mencontohkan, kemampuan menyerap genangan dengan tinggi genangan 50 cm dikalikan dengan luas genangan akan bisa diketahui berapa meter kibik jumlah airnya. Lalu dihitung dengan kemampuan 6 liter akan habis dalam berapa jam.

“Jadi dengan sumur ini akan mempercepat turunnya genangan karena kita imbuhkan. Prinsipnya kita juga olah dulu, ada tiga filter, trash box untuk sampah, genangan sedimentasi yang membuat sedimennya turun, baru filter kasar seperti kerikil, baru nanti pasir, terakhir ke limpas. Dengan metode ini juga relatif lebih mudah daripada misalnya membangun kolam retensi. Karena membebaskan lahan di daerah perkotaan tidak mudah,”jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi menyambut baik dengan teknologi sumur imbuhan dalam, karena saat ini pihaknya juga tengah fokus pada memarkir dan meresapkan air

“Untuk memarkir biasanya pakai kolam retensi. Tapi itu butuh luasan yang besar dan tidak mudah, harus di daerah yang ada sungai dan cekungan. Sementara luasnya belum tentu kita punya.
Meresapkan air juga menjadi pilihan yang akan dominan, waktu drumpori diperkenalkan oleh Walikota dan Wakil Walikota, dulunya yang masyarakat kurang begitu antusias, sekarang banyak yang minta untuk dibuatkan,”ungkapnya.

Menurutnya, pada tahun 2020 rencananya membangun 10 sumur imbuhan. Harapannya menjadi solusi menyelesaikan masalah genangan.

“Mudah-mudahan hasilnya baik ke depan, saat ini lokasi yang dibangun sumur imbuhan 3 di Adipura, 2 di Panyileukan, 1 di SMPN 48, SD Derwati, RW3 Derwati, dan Pasar Induk Gedebage,” katanya

(Yusuf Mugni/Bambang)

Artikel Lainnya

Pandemi Covid-19, Motor Klasik Jadi Peluang Usaha

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bisnis jual beli Motor Klasik menjadi salah satu...

Oded Terbitkan 7 Intruksi Pencegahan Covid-19, Ini Isinya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Berbagai peraturan telah ditebitkan guna mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan...

Pohon Masker di Tasikmalaya, Cara Unik Sosialisasi 3M

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pohon masker menjadi seni instalasi dari cara unik sosialisasi penerapan protokol kesehatan 3M (Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak), yang dilakukan jajaran Polsek...

Asisten Pelatih Persib: Kakang Rudianto Bisa Bersaing di Timnas U-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Asisten pelatih Persib Bandung, Budiman mengatakan, bek muda tim kebanggaan Bobotoh, Kakang Rudianto bisa bersaing di pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia U-19. Menurut dia,...

OTT Wali Kota Cimahi, Ini yang Diamankan KPK

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sekitar 10 orang pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna pada Jumat (27/11/2020). Lembaga antirasuah...

Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Nasol Ciamis Ludes Dilalap Api

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rumah milik Suherman (60) warga Dusun Palasari Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar) hangus terbakar, Senin (23/11/2020). Menurut Ketua Tagana Kabupaten...

Angka Perceraian di Kota Bandung Tinggi, Ini Upaya TP PKK Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Angka perceraian di Kota Bandung hingga November 2020 mencapai 7.800 kasus. Faktor utama terjadinya perceraian adalah masalah ekonomi. "Per hari ini, angka perceraian cukup...