Jumat 23 Oktober 2020

Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19 untuk CEPI

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bio Farma berpeluang menyumbang peran lebih besar dalam distribusi vaksin Covid-19 di dunia usai terpilih sebagai salah satu Potential Drug Manufacturer CEPI for Covid-19.

Dilansir dari tempo.co, CEPI atau The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations adalah koalisi pemerintah-swasta dan filantropi dunia dengan tujuan mengatasi pandemi penyakit menular dengan mempercepat pengembangan vaksin. Prioritasnya, memeratakan distribusi vaksin, termasuk vaksin Covid-19, hingga ke negara yang miskin.

“Pengembang vaksin Covid-19 dari seluruh dunia ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal secara mandiri sehingga CEPI akan mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Bio Farma adalah salah satunya,” kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Jumat (16/10/2020).

BACA JUGA: Indonesia Tertinggi dalam Kasus Positif Covid-19 di Asean

Pemilihannya sendiri, lanjut dia, telah melewati proses due diligence pada 15 September 2020. Bio Farma mendapat penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutunya, sistem analitik laboratorium, dan sistem teknologi informasi dalam produksi vaksin.

Kedepan, fasilitas Bio Farma akan digunakan CEPI untuk memproduksi vaksin Covid-19 multi-platform sebanyak 100 juta dosis per tahun. Produksi vaksin rencananya dimulai pada akhir Kuartal IV 2021 atau Kuartal I 2022.

“Tentu saja kami sudah memperhitungkan aktivitas produksi kami yang rutin, setelah dilakukan perhitungan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI tidak akan mengganggu kegiatan produksi rutin,” kata dia.

Kolaborasi Bio Farma dengan CEPI di masa mendatang, kata Honesti, tidak hanya sebatas vaksin Covid-19. Tapi juga pengembangan vaksin pandemi lain dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Selanjutnya, Bio Farma akan mendapat akses terhadap berbagai kegiatan pembuatan vaksin. Hal tersebut untuk memperkuat kemandirian vaksin secara nasional.

Terpilihnya Bio Farma tidak lepas dari pengalaman panjang yang telah dicatatkan. Diantaranya sebagai salah satu dari 29 produsen vaksin dunia yang mendapat pra-kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Bio Farma dinilai telah memenuhi Good Manufacturing Practices (GMP), sehingga produk vaksinnya dipergunakan di 150 negara. Termasuk sukses mengembangkan vaksin polio terbaru yakni Novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2).

Tak hanya itu, Bio Farma pernah ditunjuk sebagai Presiden Developing Countries Vaccine Manufacturer Network (DCVMN) atau Gabungan Produsen Vaksin Negara Berkembang selama 2 periode yakni 2012-2014, dan 2014-2016. Juga ditunjuk sebagai Center of Exellence vaksin dan bioteknologi negara-negara OKI.

(Ageng)

Artikel Lainnya

Startup Aplikasi Chilibeli Berikan Keuntungan untuk Ibu-ibu

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Startup aplikasi perniagaan sosial yang memberdayakan ibu rumah...

Mangrove Pemulih Ekonomi di tengah Pandemi

INDRAMAYU,FOKUSJabar.id: Penanaman mangrove diharapkan menjadi harapan baru guna pemulihan ekonomi. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa Pemprov Jabar mendukung program...

Disdagin Kota Bandung Usulkan Relaksasi Salon Kecantikan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jabar belum mengizinkan salon kecantikan beroperasi selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat hingga saat ini. Meski demikian, Kepala...

250 Anggota Linmas Banjar Ikut Pembinaan Peningkatan Kapasitas

BANJAR, FOKUSJabar.id: 250 anggota Linmas di Kota Banjar Jabar mengikuti pembinaan peningkatkan kapasitas satuan perlindungan masyarakat di aula kampus SMAN 1  Kota Banjar, Rabu...

Harga Cabai di Bandung Meroket Gegara Musim Hujan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mencatat, adanya kenaikan harga cabai merah tanjung hingga dua kali lipat dalam tiga...

Bank bjb Sosialisasikan DPLK kepada Peternak di Pasirjambu Kab Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dalam rangka mendorong upaya mempersiapkan hari tua sejak dini, bank bjb menyelenggarakan literasi mengenai program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) kepada para peternak...

Loker ART Gaji Rp 367,6 Juta, Ada yang Mau?

INGGRIS,FOKUSJabar.id: Loker Asisten rumah tangga (ART) digaji 19.140 Poundsterling atau sebesar Rp 367,6 juta dengan kurs Rp 19.240.  Loker ART tersebut diumumkan oleh kerajaan...