Kamis 22 Oktober 2020

Ada-ada Saja, Pejabat India Sebut Mandi Lumpur Bisa Obati Covid-19

INDIA,FOKUSJabar.id: Seorang pejabat India mengusulkan obat aneh untuk virus corona (Covid-19). Dia adalah Sukhbir Singh Jaunapuria.

Dilasir dari suara.com, Jaunapuria merekam dirinya duduk di genangan lumpur dan meniup keong. Dia mengklaim, apa yang dilakukannya dapat mencegah terinfeksi Covid-19.

Jaunapuria sendiri merupakan politisi dan anggota parlemen dari negara bagian utara Rajasthan. Dia masuk diantara 24 anggota parlemen yang dites positif Covid-19 pada 14 September lalu.

Sebulan sebelum didiagnosis, Jaunapuria mengunggah video tersebut di halaman Facebooknya. Ia terlihat duduk bertelanjang dada dalam sebuah genangan air berwarna cokelat dan meniup cangkang keong.

fokusjabar.id pejabat India covid-19
Pejabat perlemen di India, Sukhbir Singh Jaunapuria. (FOTO: WEB)

BACA JUGA: Positif Covid-19, Ketua KPU RI Jalani Isolasi Mandiri

“Keluar, basahi diri dengan air hujan, duduk di tanah, bekerja di pertanian, meniup keong… dan makan sesuatu yang ‘desi’. Seseorang mendapat kekebalan dari melakukan hal-hal ini,” tulis Jaunapuria dalam bahasa Hindi.

Desi sendiri merupakan istilah India yang berarti lokal, asli, atau murni.

Jaunapuria bukan satu-satunya politisi terkemuka yang mengusulkan obat aneh untuk virus Corona.

Sebelumnya, Presiden Belarus Alexsander Lukashenko mengatakan di awal tahun ini jika mengendarai traktor, minum vodka, dan pergi ke sauna akan mencegah penyakit. Lukashenko pun dinyatakan positif tanpa menunjukkan gejala apapun dan dinyatakan sembuh pada akhir Juli 2020 lalu.

Lalu di Meksiko, Presiden Andrés Manuel López Obrador mengungkapkan, dia membawa jimat yang disebutnya dapat melindungi dirinya dari penyakit. Hal aneh lain diungkapkan pejabat terkait Covid-19 yakni Gubernur Puebla Luis Miguel Barbosa Huerta yang mengklaim orang-orang miskin kebal terhadap penyakit tersebut.

Anggota parlemen India lainnya dari negara bagian Assam, Suman Haripriya menggembar-gemborkan teori jika urin dan kotoran sapi dapat digunakan untuk mensterilkan daerah yang terinfeksi.

Kasus Covid-19 di India sendiri saat ini melonjak melewati angka 5 juta kasus, menambahkan 97.894 kasus baru pada Rabu (16/9/2020). Kenaikan tersebut pun menjadi yang terbesar dalam satu hari di negara itu.

Hanya dalam waktu 11 hari bagi India untuk beralih dari 4 juta kasus menjadi 5 juta kasus. Dengan kata lain, India sekarang memiliki wabah virus Corona yang meningkat tercepat di negara manapun di dunia.

India sedang berjuang mengatasi wabah ini yang berkembang pesat karena persediaan oksigen di seluruh India mulai menipis.

Di negara bagian Maharashtra, Gujarat, dan Uttar Pradesh, yang merupakan beberapa daerah dengan dampak virus paling parah, permintaan oksigen meningkat lebih dari tiga kali lipat.

“Pasien yang putus asa menelepon saya sepanjang malam, tetapi saya tidak tahu kapan saya akan mendapatkan persediaan,” kata pemasok oksigen di Kota Nashik, Rishikhesh Patil seperti dikutip Dailymail, Jumat (18/9/2020).

fokusjabar.id pejabat India covid-19
Sebanyak 5 juta orang sudah terinfksi Covid-19 di India. (FOTO: WEB)

BACA JUGA: Juara US Open 2020, Naomi Osaka Mundur dari French Open 2020

Hampir 600 juta orang India tinggal di daerah pedesaan dan virus corona pun menyebar sangat cepat ke seluruh pedalaman India. Sumber daya kesehatan India yang sedikit, membuat para ahli kesehatan khawatir rumah sakit tidak bisa menampung pasien.

Secara nasional, India menguji lebih dari 1 juta sampel per hari. Melebihi tolak ukur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 140 tes per 1 juta orang.

Tetapi banyak diantaranya adalah tes antigen, yang mencari protein virus dan lebih cepat tetapi kurang akurat dibandingkan dengan RT-PCR sebagai standar untuk memastikan virus Corona melalui kode genetiknya.

(Ageng)

Artikel Lainnya

7 Atlet Pelatda Panahan PON XX Jabar Ikuti Seleknas SEA Games 2021

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tujuh orang atlet Pelatda Panahan PON XX Jabar...

Harga Janda Bolong di Banjar Tembus Rp11 Juta

BANJAR,FOKUSJabar.id: Harga tanaman hias bernama janda bolong di Kota Banjar tembus hingga belasan juta rupiah. Demikian disampaikan Reno (36) salah seorang penjual tanaman di Kota...

Polres Ciamis Larang Warga Keluar Rumah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan diluar rumah jika tidak ada kepentingan yang sangat mendesak. Kasat Sabhara Polres Ciamis AKP Karyaman mengatakan,...

130 Ton Sampah Kota Bandung Tak Terangkut Ke TPA

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bidang Kebersihan Dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) Kota Bandung Sofyan Hernandi mengatakan 130 ton sampah tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sofyan...

Memutus Pandemi Covid-19, Wabup Ciamis Terus Ingatkan Prilaku Pencegahan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memutus pandemi Covid-19 memerlukann kesadaran tinggi di seluruh kalangan masyarakat dalam menerapkan pola pencegahan dalam prilaku keseharaian. Wakil Bupati Ciamis Yana D Putera termasuk...

Objek Wisata Situ Gede Tasikmalaya Mulai Menggeliat

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Situ Gede merupakan salah satu tempat wisata kebanggaan masyarakat Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar).Kini kembali menggeliat setelah sekian lama dilanda kekeringan. Danau Situ Gede yang...

Prof. Endang: Belajar Tanpa Henti Kunci Sukses dalam Kehidupan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Prof. Endang Danial merupakan salah satu guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang memasuki masa pensiun dan akan mengakhiri masa baktinya. Dalam pidato...