Kamis 1 Oktober 2020

Kasus Korupsi Pengadaan Tanah, KPK Panggil 9 Pegawai Bank

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Plt Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengatakan, pihaknya memanggil sembilan pegawai bank sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jabar tahun 2012 dan 2013.

“Mereka dipanggil untuk tersangka DS (Dadang Suganda/wiraswasta). Pemeriksaan di Kantor Satuan Sabhara Polrestabes Bandung,” kata Ali Fikri, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Saham Prancis Untung 3 Hari Beruntun

Ke-sembilan orang saksi tersebut, tiga pegawai bank bjb (Nena Prachwati, Ria Mutiasari dan Ade Lisdiana), empat pegawai Bank Bukopin (Hendrawati, Elsa Lisnawati, Fitria Astaloka dan Tintin Gustini). Selanjutnya, dua pegawai BRI (Yudi Winaya Yogapranata dan Cheryya Agustina).

Selain itu, KPK juga memanggil lima saksi lainnya untuk tersangka Dadang.Yaitu, Camat Cilengkrang 2012 (PPAT sementara), Wawan Ahmad Ridwan, Camat Cilengkrang 2013 (PPAT sementara) Indra Respati, Camat Rancaengkek 2013 (PPAT sementara) Haris Taufik, Camat Cibiru 2015 (PPAT sementara) Zamzam Nurzaman, dan PPAT Dian Gandirawati.

Diketahui, Dadang telah diumumkan sebagai tersangka pada 21 November 2019.

Dalam proses pengadaan tanah tersebut, Pemkot Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah, namun diduga menggunakan makelar, yaitu Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009–2014 Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Proses pengadaan dengan perantara Dadang dilakukan melalui kedekatan-nya dengan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi.

Edi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung. Edi Siswadi memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung saat itu Herry Nurhayat untuk membantu Dadang Suganda dalam proses pengadaan tanah tersebut.

Dadang kemudian melakukan pembelian tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat. Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp43,65 milyar pada Dadang. Namun, Dadang hanya memberikan Rp13,5 milyar pada pemilik tanah.

Diduga Dadang Suganda diperkaya sekitar Rp30 milyar. Sebagian dari uang tersebut, sekitar Rp10 miliar diberikan pada Edi Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara bansos di Pengadilan Negeri Kota Bandung.

Dalam penyidikan kasus itu, pihaknya juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik tersangka Dadang.

(Bambang/ANT)

Artikel Lainnya

3 HP Murah Samsung Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dengan masih digelarnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) HP...

Manajemen Persib Tanggapi Penundaan Jadwal Liga 1 2020 

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PSSI akhirnya secara resmi memutuskan untuk menunda kick off lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020, setelah melakukan koordinasi dengan Kemenpora dan PT...

Konser Dangdut Berbuntut Panjang di Kota Tegal

TEGAL,FOKUSJabar.id: Konser dangdut sejatinya mampu menghibur setiap orang, terutama mereka penikmat alunan musik yang membuat badan bergoyang ini. Namun tidak dengan yang terjadi di...

Muradi Sebut Pemkot Bandung Mundur di bawah Oded-Yana

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Kota Bandung Prof Muradi menilai Pemkot Bandung mengalami kemunduran sejak dipimpin Oded M...

Google Maps Bakal Hadirkan Informasi Persebaran Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Google Maps akan menambah fitur baru, yaitu informasi persebaran Covid-19 di sebuah kota, negara bagian, atau sebuah negara, Jumat (25/9/2020). Fitur ini akan muncul...

Racing Poin SMS Banking Telkomsel, Bagikan Hadiah kepada Nasabah Bank bjb

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb bekerjasama dengan Telkomsel membagikan hadiah kepada nasabah dalam program Racing Poin SMS Banking Telkomsel. Persembahan Tandamata berupa hadiah satu unit mobil Daihatsu...

Apa itu Among Us? Dan Kenapa Menjadi Perbincangan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tahukah kalian akhir-akhir ini sering sekali terdengar nama among us. Lalu apa itu among us?. Ya , Among us itu game deduksi solusi...