Kamis 1 Oktober 2020

Kota Bandung Menerima Dampak dari PSBB Jakarta

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta berdampak kepada perekonomian Kota Bandung. Saat ini, tim sedang memantau tren penurunan ekonomi di pusat perbelanjaan di Kota Bandung. 

“Jelas (berdampak) karena PVJ banyak pengunjungnya dari Jakarta, jadi mal-mal di Bandung banyak dikunjungi oleh orang Jakarta yang weekend ke Bandung. Sepertinya ada dampak juga tapi kita belum lihat berapa persen penurunannya,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah, di Bandung Selasa (15/9/2020).

Menurut dia, sejak relaksasi diberlakukan kepada belasan mal belum memenuhi total kapasitas sebanyak 50 persen. Namun, berdasarkan laporan pengelola Bandung Indah Plaza pengunjung di akhir pekan mencapai 50 persen dan di hari kerja sebesar 40 persen.

“Jadi yang sudah 50 persen itu PVJ sama BIP, kalau yang lain belum ada yang sampai 50 persen, yang lain di weekend pun paling 40 persen,” kata Elly.

Elly mengatakan, selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperketat setiap sektor usaha seperti mal atau ritel yang melebihi jam operasional lebih dari jam 21.00 Wib akan ditindak dengan penyegelan beberapa hari dan dapat dibuka kembali. Sebab sebelumnya, jika terdapat toko, mal atau ritel yang melebih jam operasional hanya diberikan teguran.

BACA JUGA: PSBMK Diterapkan di Kota Bandung Jika Ini Terjadi

“Tarolah 10 hari disegel dan nanti di izinkan lagi buka, dan kalau melanggar lagi itu langsung izinnya di cabut. Nah disitulah AKB diperketat itu,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa sanksi di masa AKB diperketat lebih tegas yaitu disegel jika melanggar penerapan protokol kesehatan. Menurutnya, kapasitas pengunjung di mal tetap sesuai peraturan wali kota Bandung nomor 46 tahun 2020 yaitu 50 persen.

“Hari ini sedang rapat di asisten 3 semua yang terlibat seperti Disdagin, Disbudpar, Dinkes itu sedang merapatkan bagaimana mekanisme penerapan (pengawasan) dilapangannya karena kita tidak sendiri-sendiri sekarang kita tim,” katanya.

Elly mengatakan petugas yang akan melakukan tindakan yaitu Satpol PP, petugas kepolisian, aparat TNI dan unsur kewilayahan.

(Yusuf Mugni/Antik)

 

Artikel Lainnya

Apa itu Among Us? Dan Kenapa Menjadi Perbincangan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tahukah kalian akhir-akhir ini sering sekali terdengar nama...

Petani Sayuran Menjerit, Ini Solusi Bupati Garut   

GARUT,FOKUSJabar.id: Petani hortikultura sayuran Kol di wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jabar menjerit. Bagaimana tidak, harga jual kol terjun bebas hingga Rp500 per kg. Kondisi...

Muradi Sebut Pemkot Bandung Mundur di bawah Oded-Yana

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Kota Bandung Prof Muradi menilai Pemkot Bandung mengalami kemunduran sejak dipimpin Oded M...

Jadi Cawalkot Solo, Ini Jumlah Harta Gibran

SOLO,FOKUSJabar.id: Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra Presiden Joko Widodo resmi maju sebagai Calon wali koto Solo. Sebagai calon kepala daerah, Gibran wajib untuk melaporkan...

Gratis Ongkir dari JNE di HUT Kota Bandung 210

BANDUNG,FOKUSJabar.id: JNE menyiapkan kado istimewa dalam rangka HUT Kota Bandung ke-210. Ikut memeriahkan hari jadi kota berjuluk Parisj van Java, JNE memberikan promo bebas...

Konser Dangdut Berbuntut Panjang di Kota Tegal

TEGAL,FOKUSJabar.id: Konser dangdut sejatinya mampu menghibur setiap orang, terutama mereka penikmat alunan musik yang membuat badan bergoyang ini. Namun tidak dengan yang terjadi di...

Politik Uang Paling Disoroti Bawaslu di Pilkada Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Potensi politik uang di Pilkada Tasikmalaya 2020 menjadi isu paling disoroti Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Selain berada di posisi puncak indek kerawanan pemilu...