spot_img
Senin 1 September 2025
spot_img

HUT ke-75 RI, Komisi X Dorong Perfilman Nasional

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id:  Memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI di tengah pandemi Covid-19, jangan mengurangi semangat untuk terus berkreasi dan berkarya dalam membangun dan mengisi kemerdekaan yang telah kita capai.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Komisi X, dari Fraksi Golkar, Ferdiansyah, saat menghadiri penayangan film Indonesia di Gedung Graha Bakti Alumni SMA Negeri 2 Kota Tasikmalaya, Jalan R.E Martadinata Nomor 27 Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (16/8/2020) malam.

Baca Juga: Konser Virtual Soundstream Ajak Nostalgia Dua Band Jagoan Pensi Era 2000

Menurut dia, Covid-19 menjadi ujian bagi semua untuk tetap optimis dalam mengisi kemerdekaan dan selalu mencintai dan menghargai produk dan karya asli dalam negeri.

“Membangun dan mengisi kemerdekaan saat ini tidak perlu memegang senjata maupun bambu runcing, tapi melestarikan seni dan budaya bangsa dengan mencintai dan menggemari perfilman karya-karya anak bangsa,” kata dia.

Kemerdekaan yang ke 75 tahun, bangsa kita telah banyak meraih kemajuan diberbagai sektor kehidupan masyarakat. Termasuk sektor perfilman nasional yang semakin berkembang.

“Perfilman nasional menjadi budaya bangsa yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa, sehingga kami (Komisi X) terus mendorong Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk terus mencetak sineas-sineas muda yang mampu memunculkan film-film nasional yang berkualitas agar menjadi tuan rumah di negara sendiri,” kata Legislator Golkar di HUT ke-75 RI.

Dengan kemajuan perfilman nasional, ini dapat menjadi media promosi budaya serta diplomasi penting guna kemajuan bangsa.

“Perfilman nasional tidak hanya semata sebagai tontonan dan tuntunan masyarakat indonesia, tapi menjadi media untuk memperkenalkan produk, budaya serta destinasi dan kreativitas lokal di berbagai daerah,” kata Ferdiansyah.

Menurutnya, saat ini pola perilaku masyarakat untuk menikmati dan menonton film-film nasional memang terjadi pergeseran sehingga diperlukan inovasi-inovasi baru. Baik film-film pendek maupun film panjang.

“Pola perilaku penonton bisa dipengaruhi faktor evolusi, revolusi termasuk faktor kebutuhan atau hobi. Ini perlu dipenuhi sehingga perfilman nasional dapat memenuhi selera masyarakat,” kata Legislator Golkar.

(Seda/Bambang)

spot_img

Berita Terbaru