Sabtu 26 September 2020

Ada Insentif bagi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) memastikan relawan uji klinis calon vaksin virus corona (Covid-19) akan mendapatkan insentif. Nilainya, Rp1 juta bagi masing-masing relawan.

Ketua tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan, pemberian insentif akan dibagi lima. Yakni pada saat relawan menjalani lima kali pemeriksaan. Sekali datang pemeriksaan, relawan akan mendapat insentif Rp200 ribu.

“Sekali datang dikasih Rp200 ribu, jadi lima kali datang Rp1 juta selama lima bulan,” ujar Kusnandi di Fakultas Kedokteran Unpad, Jalan Eyckman Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, insentif tersebut merupakan uang ganti ongkos atau bensin saat melakukan pengecekan. Namun pihaknya berharap relawan yang mendaftar tidak berorientasi pada uang insentif tersebut.

“Jadi ikut jadi relawan bukan karena kepingin uang, itu tidak bagus. Uji klinis ini kan sukarela sifatnya,” kata dia.

BACA JUGA: Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Masih Kurang

Selain uang insentif, relawan pun akan mendapat asuransi kesehatan selama proses pemantauan selama enam bulan usai disuntik vaksin. Relawan bisa memeriksakan kesehatan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika mendapat keluhan usai disuntik.

“Iya, bisa dokter atau klinik mana saja yang pasti di Bandung. Nanti saya akan tanya-tanya ke dokternya, apakah si subjek tersebut sakit ada kaitannya dengan suntik (vaksin) atau bukan? Saya yang akan tanya-tanya ke dokternya,” ujar Kusnandi.

Sementara itu, saat ini tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Unpad masih kekurangan 820 orang relawan untuk menjadi subjek uji klinis. Pasalnya hingga kini baru ada 800 orang yang mendaftar dari target sebanyak 1.620 orang.

“Sudah ada 800 orang yang mendaftar, respon bagus banyak yang mau ikut. Seperti dokter-dokter dan juga pejabat ada yang mau ikut, tapi kita akan cek dulu, bisa atau tidak,” kata dia.

 

(Yusuf Mugni/Ageng)

Artikel Lainnya

Pandemi Bikin Kualitas Udara Jakarta meningkat Hingga 50 Persen

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kadis Lingkungan Hidup Jakarta Andono Warih, mengatakan pandemi...

Sukses Mengangkat Peringkat, Kafilah MTQ XXXVI Diawur Bupati Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sukses mengangkat peringkat di kejuaraan bergengsi tingkat Provinsi Jawa Barat, belum lama ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya "Ngawur" hadiah bagi para juara MTQ XXXVI...

Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan Most Popular Leader in Social Media 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi meraih penghargaan dari PR INDONESIA sebagai Most Popular Leader in Social Media 2020. Penghargaan bergengsi di ranah publikasi kehumasan...

Google Maps Bakal Hadirkan Informasi Persebaran Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Google Maps akan menambah fitur baru, yaitu informasi persebaran Covid-19 di sebuah kota, negara bagian, atau sebuah negara, Jumat (25/9/2020). Fitur ini akan muncul...

JabarProv-CSIRT Siap Hadapi Serangan Cyber

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terpilih sebagai target prioritas nasional pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) 2020. Penunjukkan itu berdasarkan Surat Kelala...

Walau Bukan alat Pemeriksa Covid-19, Pemkot Banjar keluarkan 6.841 alat Rapid Test

BANJAR,FOKUSJabar.id: Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Agus Nugraha mengatakan Pemkot Banjar sudah melakukan pemeriksaan Rapid Test sebanyak 6.841 alat. Padahal menurut ahli, Rapid Test...

Covid-19, Muscab ke-VI PHRI Garut Diundur 1 Bulan

GARUT,FOKUSJabar.id: Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Garut, Jabar setiap hari terus meningkat. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan Pembatasan Sosial Berskala...