Minggu 27 September 2020

Dua Sahabat di Kabupaten Tasikmalaya Edarkan Sabu-sabu

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dua orang sahabat di Kabupaten Tasikmalaya, Nurdiansyah (30) dan Agis (26) terancam hukuman penjara 12 tahun atau denda maksimal Rp1 milyar. Kedua warga Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya yang berprofesi sebagai sopir ini ditangkap anggota Satnarkoba Polres Tasikmalaya.

Keduanya kedapatan menjalankan bisnis haram narkoba jenis sabu-sabu setelah diberhentikan dari tempat kerjanya. Mereka menjadi pengedar narkoba untuk mendapatkan uang secara cepat.

“Kita mendapatkan laporan lalu diselidiki dan akhirnya anggota berhasil menangkap keduanya sekaligus mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 14,84 gram,” ujar Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman saat Press Release di Mapolres Tasikmalaya, Jalan Raya Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (6/8/2020).

BACA JUGA: Ratusan Ribu Pelanggar Terjaring Operasi Patuh Lodaya 2020

Dikatakan Ngadiman, modus operandinya pelaku yakni mengirimkan paket sabu-sabu melalui angkutan umum elf jurusan Bandung-Cikatomas. Paket sabu-sabu dibungkus plastik dengan rapi dan dibalut menggunakan lakban hitam yang menyerupai dus HP.

“Paket sabu-sabu yang sudah terbungkus rapi itu kemudian dititipkan ke kondektur elf dengan mengatakan nitip HP,” kata Ngadiman.

Terbongkarnya bisnis haram ini, berawal dari kecurigaan kondektur elf karena kedua pelaku sering menitipkan paket berupa HP namun isi paketnya sangat ringan.

“Kondektur elf ini lalu melaporkan ke anggota dan kita selidiki. Benar saja, paket yang dititipkan pelaku bukan HP melainkan berisi narkoba jenis sabu-sabu,” ujar dia.

Kepada polisi, Nurdiansyah (25) mengatakan jika barang haram tersebut diperoleh dari Bandung. “Barangnya dari Bandung, saya kirim lewat angkutan elf ke Cikatomas karena ada yang pesan,” ujar Nurdiansyah.

Saat ini, pelaku meringkuk di tahanan Polres Tasikmalaya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua sahabat tersebut diancam pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat V dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 milyar.

(Seda/Ageng)

Artikel Lainnya

Ini 7 Drakor Horor Paling Menyeramkan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Korea Selatan ternyata memiliki segudang judul drama korea...

PSBM Tetap Diberlakukan di Cimahi

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Kota Cimahi tetap berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) meski wilayah itu sudah bertatus zona orange. Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengataka bahwa...

DPD KKK Jabar Siap Bantu Pemerintah Tanggulangi Covid 19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Provinsi Jabar berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Barat. Salah satunya ikut membantu pemerintah...

Kasus Covid-19 Meningkat, Kota Tasikmalaya Belum Terapkan PSBM

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Seiring peningkatan kasus Covid-19, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada dengan penyebaran virus mematikan ini. Meski...

bjb Pangandaran NgaDigi Solusi Transaksi Non Tunai

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bank bjb bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran meluncurkan program "bjb Pangandaran NgaDigi” sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Covid-19. “bjb Pangandaran NgaDigi” merupakan aktifitas...

bjb PENtas Bersama Pemerintah Wujudkan Infrastruktur & Pengembangan UMKM di Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb konsisten mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) lewat program bjb PENtas (Penguatan Ekonomi NasionalTangguh dan Sejahtera) melalui dukungan pembiayaan UMKM dan...

Ini Dia Karomah Makam Raden Syeh H Abdul Wajah Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Makam Waliyullah Raden Syeh H Abdul Wajah yang berlokasi di Gunungsari, Desa Panyingkiran, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jabar, setiap malam Jumat Kliwon ramai dikunjungi para...