spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Catat! 18 Manfaat ASI untuk Ibu dan Bayi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tak sedikit seorang ibu ogah menyusui bayinya sendiri. Mereka lebih memilih memberikan susu formula ketimbang memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.

Padahal, memberikan ASI berdampak positif dan memiliki pernan penting bagi si kecil dan ibunya itu sendiri. Yakni, bisa meningkatkan ketahanan tubuh bayi karena mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh.

Berikut beberapa manfaat Air Susu Ibu bagi bayi:

  1. Baik untuk Saluran Pencernaan

Manfaat Air Susu Ibu yang pertama adalah baik untuk saluran pencernaan bayi. Sejumlah pakar menyarankan pemberian Air Susu Ibu eksklusif minimal 6 bulan.

Air Susu Ibu mengandung semua yang di butuhkan bayi selama enam bulan pertama kehidupan dalam proporsi yang tepat.

Baca Juga: 11 Manfaat Bunga Honje untuk Tubuh Kita

Selama hari-hari pertama setelah kelahiran, payudara memproduksi cairan kental dan kekuningan yang di sebut kolostrum.

Kolostrum tinggi protein, rendah gula dan sarat dengan senyawa bermanfaat.

Kolostrum adalah susu pertama yang ideal bagi saluran pencernaan bayi yang belum matang berkembang.

  1. Memperkuat Antibodi

Air Susu Ibu sarat dengan antibodi yang membantu bayi melawan virus dan bakteri. Kolostrum menyediakan jumlah imunoglobulin A (IgA) yang tinggi, serta beberapa antibodi lainnya.

IgA melindungi bayi dari sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi

Ketika ibu terkena virus atau bakteri, tubuhnya mulai memproduksi antibodi. Antibodi ini kemudian di sekresikan ke dalam Air Susu Ibu dan di berikan kepada bayi selama menyusui.

BACA JUGA:

Ketua Komisi IV DPRD Tasikmalaya Akan Tanggung Pengobatan Dede Rohayati

Cara ini dapat memberi bayi antibodi yang membantu melawan patogen yang menyebabkan penyakit.

Meski begitu, jika ibu sedang sakit, Anda tetap harus menerapkan kebersihan yang ketat.

Cuci tangan sesering mungkin dan cobalah untuk tidak menginfeksi bayi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan Air Susu Ibu lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti pneumonia, diare dan infeksi.

  1. Mengurangi Risiko Penyakit Tertentu

Infeksi telinga tengah: Pemberian Air Susu Ibu eksklusif selama 3 bulan atau lebih dapat mengurangi risiko hingga 50 persen. Sementara menyusui sementara dapat mengurangi risiko sebesar 23 persen.

Infeksi saluran pernapasan: Menyusui eksklusif selama lebih dari 4 bulan mengurangi risiko rawat inap untuk infeksi jenis ini hingga 72 persen.

Pilek dan infeksi: Bayi yang di susui secara eksklusif selama 6 bulan mungkin memiliki risiko hingga 63 persen lebih rendah terkena pilek dan infeksi tenggorokan yang serius.

Infeksi usus: Manfaat Air Susu Ibu yang bisa di dapatkan adalah penurunan sebesar 64 persen kasus infeksi usus.

Kerusakan jaringan usus: Memberikan Air Susu Ibu pada bayi prematur di kaitkan dengan penurunan sekitar 60 persen dalam insiden necrotizing enterocolitis.

Penyakit celiac: Bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu memiliki risiko 52 persen lebih rendah terkena penyakit ini.

Penyakit radang usus: membuatnya 30 persen lebih kecil untuk terserang penyakit radang usus pada masa anak-anak.

Diabetes: Menyusui selama minimal 3 bulan di kaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 1 (hingga 30%) dan diabetes tipe 2 (hingga 40 persen) pada anak.

Leukemia: Menyusui selama 6 bulan atau lebih di kaitkan dengan penurunan 15-20 persen risiko leukemia pada anak.

Selain mengurangi risiko banyak infeksi, manfaat Air Susu Ibu juga telah terbukti secara signifikan mengurangi keparahan penyakit.

Perlu di ketahui, efek perlindungan dari Air Susu Ibu tampaknya hanya bertahan sepanjang masa anak-anak hingga dewasa.

  1. Membantu Perkembangan Otak Lebih Optimal

Beberapa penelitian menunjukkan terdapat perbedaan dalam perkembangan otak antara bayi yang di beri Air Susu Ibu dan yang diberi susu formula.

Perbedaan ini mungkin karena keintiman fisik, sentuhan, dan kontak mata yang berhubungan dengan menyusui.

Studi lain menunjukkan bahwa skor kecerdasan yang lebih tinggi dan kecil kemungkinannya untuk mengembangkan masalah dengan perilaku dan pembelajaran seiring bertambahnya usia.

Namun, efek yang paling menonjol terlihat pada bayi prematur, yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah perkembangan.

BACA JUGA:

Pinjaman Tanpa Bunga di Tasikmalaya Hajar Bank Emok

Beberapa penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa manfaat Air Susu Ibu bagi bayi memiliki efek positif yang signifikan terhadap perkembangan otak jangka panjang.

  1. Mengurangi Risiko Sudden Infant Death Syndrome

Sudden infant death syndrome atau SIDS adalah kematian mendadak pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun, dan bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala sebelumnya. Guna mencegah terjadinya SIDS, salah satu langkah yang bisa di lakukan adalah mendapatkan manfaat Air Susu Ibu.

BACA JUGA:

Tiket Ludes Terjual, IBL All Star 2026 Momentum Kebangkitan Sport Entertainment Bandung

Seorang anak yang mendapatkannya diketahui memiliki 20 persen lebih rendah untuk mengalami SIDS.

  1. Mencegah Terjadinya Alergi

Dibanding dengan ASI, bayi yang mengonsumsi susu sapi atau kedelai memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita reaksi alergi begitu mulai mengonsumsi makanan padat. ASI memiliki kemampuan melindungi terhadap penyakit dan alergi karena zat yang disebut secretory immunoglobulin A (IgA).

Zat ini menjaga terhadap serangan kuman dengan membentuk lapisan pelindung pada selaput lendir di usus, hidung, dan tenggorokan bayi. Saat terpapar bakteri, tubuh bayi merespons patogen dengan membuat IgA yang spesifik untuk penyakit yang mencoba masuk ke dalam tubuh.

  1. Membantu Mengontrol Berat Badan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI cenderung menjadi gemuk saat remaja atau dewasa. Hal ini mungkin disebabkan karena anak yang menyusui hanya belajar makan sampai rasa lapar mereka terpenuhi.

ASI juga mengandung lebih sedikit insulin (yang menciptakan lemak) dan menjaga berat badan pada tahap awal kehidupan. Kenaikan berat badan yang cepat saat bayi dapat dikaitkan dengan obesitas di kemudian hari.

  1. Membuat Vaksin Lebih Efektif

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki respons antibodi yang lebih baik terhadap vaksin daripada bayi yang di beri susu formula.

  1. Melindungi dari Penyakit Kronis

Manfaat ASI berikutnya adalah melindungi bayi dari penyakit seperti meningitis tulang belakang, diabetes tipe 1, dan limfoma Hodgkin.

  1. Melindungi dari Eksim

Jika di dalam keluarga memiliki riwayat eksim atau alergi, sepertinya bayi Anda harus mendapatkan manfaat ASI. Protein dalam susu sapi dan susu formula kedelai dapat merangsang reaksi alergi dan eksim, sedangkan protein dalam ASI lebih mudah dicerna.

  1. Hubungan dengan Anak Lebih Dekat

Melakukan kontak fisik dengan bayi adalah sesuatu yang penting. Menyusui ASI memungkinkan Anda untuk mengambil waktu tenang dan rileks antara kulit ibu dan anak. Meski begitu, hubungan antara orang tua dengan anak juga bisa di bangun meski pemberian ASI dilakukan dengan botol.

  1. Mencegah Penyakit Menular

Seorang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih rendah untuk mengalami penyakit menular seperti diare, pneumonia, infeksi telinga, necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans, dan infeksi setelah persalinan pada bayi prematur.

  1. Menjaga Kondisi Gigi

Manfaat ASI yang terakhir adalah menjaga kesehatan gigi dengan risiko kerusakan gigi yang lebih kecil.

Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu

Selain bermanfaat untuk bayi, menyusui ternyata juga memberi manfaat untuk ibu. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa di dapatkan ibu, di antaranya:

  1. Menurunkan Risiko Kanker Payudara dan Ovarium

Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara dan kanker ovarium di masa mendatang.

  1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Seorang ibu yang memberikan ASI secara eksklusif lebih mudah untuk menurunkan berat badan. Saat menyusui, biasanya seorang ibu membakar sekitar 300 hingga 500 kalori dalam sehari.

  1. Menurunkan Risiko Osteoporosis

Tubuh seorang wanita akan menyerap kalsium lebih efisien saat menyusui dan hamil jika di imbangi dengan makan makanan yang mengandung kalsium.

BACA JUGA:

Pelatih Bhayangkara FC Ambil Hikmah Dikalahkan Persib Bandung

Hal inilah yang membuat risiko osteoporosis pada ibu yang sedang menyusui mengalami penurunan.

  1. Menurunkan Risiko Depresi

Wanita yang menyusui tampaknya mengalami depresi pasca-persalinan yang lebih rendah, di banding ibu yang menyapih lebih awal atau tidak menyusui.

Namun, wanita yang mengalami depresi pascapersalinan lebih awal setelah melahirkan juga lebih cenderung mengalami kesulitan menyusui atau menyusui dalam durasi yang singkat.

Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah peningkatan jumlah oksitosin yang di produksi selama kelahiran dan menyusui.

Oksitosin tampaknya memiliki efek anti-kecemasan jangka panjang. Hormon ini juga memengaruhi daerah otak tertentu yang mempromosikan pengasuhan dan relaksasi.

  1. Mencegah Menstruasi

Menyusui secara terus menerus bisa menghentikan ovulasi dan menstruasi. Beberapa wanita bahkan telah menggunakan kondisi ini sebagai alat kontrasepsi alami selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Namun, cara ini bukanlah metode KB yang efektif.

(Bambang Fouristian/Net)

spot_img

Berita Terbaru