JAKARTA, FOKUSJabar.id: Diet rendah karbohodrat di sebut lebih cocok di banding diet rendah lemak yang kerap di sarankan bagi penderita familial hypercholesterolemia (FH) demi melindungi kesehatan jantungnya.
FH merupakan gangguan yang di turunkan dalam sebuah keluarga. Penderita FH akan memiliki kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat sangat tinggi.
Penderita FH lebih berisiko terhadap penyakit jantung koroner (PJK). Alasannya, kondisi ini berkaitan dengan fenotip resistensi insulin dan kerentanan terhadap gangguan perdarahan.
Diet rendah lemak di anjurkan bagoi pengidap FH karena kolesterol dari makanan berlemak dan lemak jenuh dapat meningkatkan serum kolesterol.
Dari temuan ini di simpulkan, mengurangi makanan-makanan berlemak dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.
BACA JUGA: 7 Manfaat Masker Putih Telur Bagi Kecantikan
Studi terbaru mengungkapkan, diet rendah karbohidrat lebih efektif dalam menjaga kesehatan jantung di bandingkan diet rendah lemak untuk penderita FH.
“Alasannya, fenotip resistensi insulin atau sindrom metabolik yang berkaitan dengan FH bermanifestasi sebagai intoleransi karbohidrat. Dan bisa di kelola dengan sangat efektif melalui diet ini (rendah karbohidrat),” jelas tim peneliti dalam jurnal yang di kutip Republika.co.id dari Health24.
Kadar kolesterol LDL, selama ini kerap di anggap sebagai marker atau penanda efektif menilai kesehatan jantung. Namun, tim peneliti menilai penggunaan marker lain di butuhkan seperti lipoprotein a.
Lipoprotein a memiliki hubungan yang lebih langsung terhadap pola makan di bandingkan kolesterol LDL. Kadar lipoprotein a pun di pengaruhi diet rendah karbohidrat.
Lebih lanjut, tim peneliti mengungkapkan beberapa studi lain yang menunjukkan orang-orang dengan kadar kolesterol LDL tinggi tidak otomatis memiliki tingkat kesehatan jantung rendah.
Studi lain pun menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diet rendah karbohidrat dengan risiko PJK.
Dalam studi tersebut, orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat memiliki risiko PJK lebih rendah di bandingkan orang-orang yang menjalani diet rendah lemak.
BACA JUGA:
Tips Memilih Makanan Sahur agar Puasa Tetap Bertenaga
Padahal, orang-orang dari kelompok diet rendah karbohidrat mengonsumsi lemak jenuh tiga kali lipat lebih banyak.
Tim peneliti mengungkapkan, studi mereka memberikan bukti yang kuat. Dari temuan baru ini, tim peneliti menilai perlu ada perubahan rekomendasi pola makan yang resmi untuk penderita FH.
(ars)


