Minggu 29 November 2020

Google akan hapus riwayat lokasi pengguna setelah 18 bulan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Google mengatakan akan secara otomatis menghapus beberapa riwayat lokasi setelah 18 bulan untuk pengguna baru, dan memudahkan semua orang untuk mengakses layanan pencarian, Maps dan Youtube tanpa dilacak.

Dikutip dari Reuters, Kamis (25/06/20), pembaruan pengaturan tersebut akan membuat riwayat tontonan pengguna baru Youtube hilang setelah 36 bulan, serta riwayat lokasi dan penelusuran web akan hilang setelah 18 bulan.

Pengguna memiliki opsi untuk memilih jangka waktu yang lebih pendek atau lebih lama. Namun, Google mungkin masih dapat mengakses dan menyimpan detail lokasi dengan cara lain.

Untuk mengakali hal ini, pengguna dapat menggunakan “mode penyamaran,” dengan menekan gambar profil di bagian atas pencarian, Maps atau aplikasi Youtube. Tidak menyimpan aktivitas pengguna saat berada dalam mode penyamaran.

BACA JUGA: Google Meet Berikan Layanan Cepat di Akses

Google memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan, yang biasanya didasarkan pada data tentang apa yang ditonton dan dibaca pengguna serta di mana mereka berada.

CEO Google & Alfabet Sundar Pichai tahun lalu mengakui bahwa perusahaannya mengumpulkan lebih banyak data daripada yang diperlukan untuk iklan dan berkomitmen untuk meminimalkan pengumpulannya.

Pembaruan untuk kontrol privasi tersebut hadir saat perusahaan mesin pencari itu menghadapi pengawasan yang semakin ketat pada praktik pengumpulan datanya.

Undang-undang baru mengenai privasi di California dan Eropa mendorong perusahaan internet untuk menyesuaikan praktik selama dua tahun terakhir.

Beberapa tuntutan hukum oleh konsumen dan jaksa agung negara bagian AS dalam beberapa bulan terakhir menuding melakukan penipuan dalam pengumpulan data.

(Nendy/ANT)

Artikel Lainnya

Pemain Muda Persib Punya Cita-cita Main di Klub Luar Negeri

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemain muda Persib Bandung, Ardi Maulana, mengaku bersyukur...

Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Nasol Ciamis Ludes Dilalap Api

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rumah milik Suherman (60) warga Dusun Palasari Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar) hangus terbakar, Senin (23/11/2020). Menurut Ketua Tagana Kabupaten...

Satpol PP Jaring 50 Orang Pelanggar Prokes di Kawasan Padat Penduduk

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung masih mendapati puluhan pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) menjelang berakhirnya operasi perketatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kali...

Pelatih Persib Bandung Siapkan Menu Latihan untuk Desember 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aktivitas latihan bersama tim Persib Bandung dihentikan sejak November-Desember 2020. Tim pelatih Persib Bandung pun telah menyiapkan program baru untuk latihan secara mandiri para pemain. Menurut...

FPI Kota Banjar Menyayangkan Penurunan Baliho HRS oleh TNI

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Banjar, Asep Muhtar Gozali menyayangkan penurunan baliho imam besar FPI Habib Rizieq...

Duh, Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya Memprihatinkan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jumlah penderita positif HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Kondisi memprihatinkan ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota (Pekmkot) Tasikmalaya menjelang Hari AIDS Dunia...

Angka Positivity Rate Covid-19 di Kota Bandung Melebihi Standar WHO

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Angka positif aktif Covid-19 di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) kini tembus di 484 kasus dengan jumlah kumulatif 3039 kasus. Bahkan, untuk angka positivity...