Selasa 22 September 2020

Mendag Sebut Indonesia Penghasil Merek Kompetitif

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto menyebut, Indonesia merupakan negara penghasil merek yang memiliki kekuatan dan kompetitif di pasar global. Kondisi ini mampu menopang perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda.
“Indonesia merupakan negara penghasil merek yang memiliki market power (kekuatan pasar) dan mampu bersaing secara global, baik di sektor industri besar maupun kecil. Mereka bersinergi untuk menopang perekonomian Indonesia,” ujar Mendag saat menghadiri web seminar bertajuk ‘Kenali Local Brand yang Menguasai Pasar Global’, Rabu (24/6/2020).
Beberapa produk yang disebut di antaranya Mayora yang telah mampu mengekspor ke-100 negara di dunia. Kemudian Indofiid yang menjangkau 80 negara, lalu PT Gajah Tunggal yang mendistribusikan produknya ke 80 negara, dan APRIL yang memiliki kantor penjualan penghubung pemasaran di berbagai negara.
Kendati demikian, Mendag menyampaikan, pelaku usaha harus mutlak memiliki ide dan kreativitas serta memanfaatkan peluang agar mampu bersaing dengan negara lain.
“Pandemi ini dapat dijadikan momentum bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan pelaku industri besar sebagai peluang untuk bersaing dengan negara lain,” ungkap Mendag.
Mendag Agus memaparkan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan perdagangan global dan nasional. Di antaranya terjadinya gangguan dari sisi permintaan dan pasokan, terjadi pelarangan ekspor dan impor beberapa komoditi pangan dan kesehatan, perubahan pusat rantai pasok global dari China, Amerika Serikat, dan Jerman.
Kemudian, terjadi peningkatan biaya logistik, di mana waktu pengiriman barang barang lebih lama, biaya logistik bertambah, serta prosedur pengiriman mengikuti protokol kesehatan.
“Kerja sama perdagangan juga tidak berjalan efektif selama pandemi Covid-19. Terakhir, muncul ancaman resesi global,” tukas Mendag.
Untuk itu, Mendag tetap mendorong agar konsumsi domestik tetap terjaga dan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.
Adapun perubahan perilaku ke pemasaran daring, di mana produk impor sudah lebih dahulu melakukan penetrasi pasar daring dengan membidik anak muda dan masyarakat umum, dengan menumbuhkan kerelaan konsumen terhadap pembelian produk lokal yang sudah berkualitas global.
(ars/ant)

Artikel Lainnya

Penutupan Jalan Picu Gejolak Pedagang Pasar Baru

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penutupan lima ruas jalan protokol di Kota Bandung...

iPad Air Terbaru Resmi Dikenalkan, ini Spesifikasinya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: iPad Air resmi diumumkan dalam acara virtual menandai tahun ke-10 sejak iPad Apple pertama dikirimkan, Rabu (16/9/2020). "Tahun ini menjadi tahun-nya iPad. Awal tahun...

Bank bjb Dorong UMKM Genjot Stimulasi PEN

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb konsisten mendorong Program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah berjalan dalam hitungan bulan telah dirasakan manfaatnya oleh Jutaan pelaku usaha. Untuk...

Asuransi Kesehatan Avrist Prime Hospital and Surgical Solusi Rumah Tangga

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) memberikan layanan asuransi kesehatan baru yang berkomitmen sebagai solusi cerdas bagi setiap rumah tangga di seluruh Indonesia. Asuransi kesehatan...

Cara Download Football Manager 2020 Gratis

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Epic Games Store membagikan Football Manager 2020 atau FM 2020 seraca gratis, Jumat (18/9/2020). Football Manager 2020 bakal digratiskan hingga 24 Desember 2020. Anda...

Polda Aceh Tetapkan Manajer PT KAI Tersangka Serifikat Tanah

BANDA ACEH,FOKUSJabar.id: Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus menetapkan Manajer Aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) berinisial...

PNS Ciamis Positif Corona, Pemkab Berlakukan WFH

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang PNS bagian Kesra di Kantor Setda Ciamis terkonfirmasi positif dan sudah dirawat di RSUD. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya tidak menampik adanya PNS yang...